Berita

rizal ramli/rmol

Politik

HARGA BBM NAIK

Tidak Adil, Harusnya Sikat Mafia Migas Penyetor "Istana Hitam"

JUMAT, 19 APRIL 2013 | 00:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai tidak tepat. Ketimbang mencabut subsidi BBM, ada baiknya pemerintah menyikat para mafia "pencuri" triliunan rupiah dari sektor migas.

"Mafia migas terima sekitar 10 triliun yang sebagiannya disetor ke 'Istana Hitam'. Kenapa tidak disikat dulu mafia ini?" ujar mantan Menko Perekonomian, DR. Rizal Ramli, dalam talkshow di JakTV, Kamis malam (18/4).

Terkait kenaikan harga BBM, Pemerintah sendiri berencana menerapkan dua harga BBM di pasar, yaitu Rp 4500 untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum, dan Rp 6500 untuk kendaraan pribadi roda empat.


Menurut Rizal Ramli, keputusan ini tidak bisa dibenarkan. Mafia migas yang membuat harga BBM tinggi tapi rakyat yang harus menanggung beban. Kalau saja mafia migas disikat maka setengah ongkos produksi yang biasa dikeluarkan bisa terkurangi.

"Pusat kekuasaan terima setoran dari mafia tapi mau menaikkan BBM, ini benar-benar keputusan tidak adil," tegas Rizal Ramli.

Penasihat ahli Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu menilai, alasan Menteri ESDM Jero Wacik bahwa sekitar 70 persen subsidi BBM salah sasaran sebagai argumen lemah. Sebab apa yang disebut subsidi yang dikucurkan negara saat ini bukan subsidi terhadap rakyat, melainkan karena KKN, inefisiensi dan kebijakan yang salah.

Subsidi untuk listrik beberapa waktu lalu, misalnya, harus ditambah karena terjadi inefisiensi sebesar Rp 37,6 triliun akibat kebijakan PLN menggunakan solar yang harganya mahal untuk mengoperasikan pembangkit listrik yang ada. Padahal bila menggunakan batu bara maka ongkos yang dikeluarkan untuk itu jauh lebih murah dan tidak akan terjadi inefisiensi.

"Jangan bohongi rakyat seolah-olah subsidi padahal itu akibat ketidakefisienan," katanya.

Lebih lanjut Rizal Ramli yang dinobatkan sebagai calon presiden alternatif versi The President Centre mengatakan, lain cerita bila pemerintah menepati janjinya untuk membangun kilang minyak. Dengan memiliki kilang minyak sendiri maka tidak perlu lagi mengekspor minyak mentah ke Singapura dan setelah diproses di sana kembali diangkut untuk konsumsi dalam negeri. Dengan begitu, ongkos produksi yang dikeluarkan juga bisa ditekan.

"Sejak delapan tahun lalu kita menyarankan agar pemerintahan membangun kilang. Pemerintah janji bangun kilang dalam waktu dua tahun tapi tidak juga dilakukan," pungkas Rizal Ramli sembari mengingatkan Pemerintahan Soeharto jatuh 12 hari setelah menaikkan harga BBM 1 Mei 1998 lalu.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya