Berita

sby/rmol

Politik

Siti Zuhro: SBY Seperti Playboy

SELASA, 16 APRIL 2013 | 18:25 WIB | LAPORAN:

. Kelakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali disorot. Kali ini ketua umum Partai Demokrat itu dinilai memiliki karakter politisi sejati.

Namun bagi pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro,  karakter politisi sejati  SBY bersifat negatif yakni mementingkan diri sendiri. Bahkan karakter politisi sejati SBY bisa disamakan dengan karakter seorang playboy yang gampang memberikan janji tanpa realisasi.

"Politisi seperti ini tidak akan pernah amanah. Politisi seperti ini tidak akan pernah mau berkorban dan hanya mau mengorbankan orang lain," kata Siti Zuhro pada diskusi di pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4).


Hal itu dikatakan Siti berkaitan banyak pihak, yang berkeringat menghantar SBY menjadi presiden dan menangkan Partai Demokrat pada pemilu tapi kemudian tak dihargai. Siti menyebut sejumlah nama mulai dari Sys NS, Ventje Rumangkang yang merupakan salah satu pendiri PD yang disingkirkannya dan tidak mendapatkan apapun dari perjuangan mereka. Belum lagi nama-nama purnawirawan pendukungnya seperti Kurdi Mustofa, Djali Yusuf. Para pengurus PD seperti mantan Ketum PD Anas pun menjadi korban, Sekretaris Majelis Tinggi, Andi Malarangeng dan Wakil Ketua Majelis Tinggi Marzuki Alie. Para pendukung lain yang harus kecewa seperti pengusaha Hartati Murdaya, kata Siti.

Banyak sekali orang-orang yang dulu dikenal dekat dengan SBY dan telah bekerja untuk kemenangan SBY harus menelan kecewa. SBY  justru tidak loyal terhadap para pendukung setianya. Bahkan mantan atasannya Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri pun dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang juga pernah diajak bergabung dalam koalisi setelah hiruk pikuk angket pajak, adalah para korban SBY.

SBY tidak menyukai keterpilihan Anas Urbaningrum sebagai ketua umum Demokrat. Terakhir, dia ingkar janji kepada Yenny Wahid yang disebut-sebut akan diberi posisi wakil ketua umum Demokrat.

Siti menegaskan, sangat mungkin pula masyarakat menilai SBY seperti itu. Bedanya, kata dia, jika  playboy suka menggumbar janji kepada banyak wanita tanpa realisasi. Nah, sedangkan SBY mengumbar janji kepada banyak orang mengenai banyak hal tanpa diwujudkan.

Di sisi lain, ujar Siti lagi, seorang playboy tak akan rela mendapatkan saingan. SBY menurutnya tidak menyukai ada yang menyaingi atau ada matahari kembar. Makanya, pihaknya tidak heran kalau yang justru diangkat oleh SBY adalah orang-orang yang diangkat menjadi pejabat baik di partai maupun pemerintahan adalah orang yang tak memiliki potensi menyaingi dirinya.  

"Lihat saja bagaimana SBY dalam awal pemerintahannya di 2009 mengangkat empat menteri dari parpol dalam kabinetnya justru dari kader partai yang tidak lolos masuk ke Senayan. Partai-partai politik yang diajak bergabung dalam koalisi adalah juga partai-partai yang tidak memiliki tokoh yang bisa bersinar seterang dirinya," beber dia. [dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya