Berita

warga guntur/ist

Olahraga

Warga Guntur Menolak Saat Diminta Pulang Jokowi

MINGGU, 14 APRIL 2013 | 19:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melalui stafnya meminta agar warga korban penggusuran tanah KPK di Jalan Gang Gembira, Kelurahan Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan untuk kembali ke tempat tinggal mereka sementara atau ke tempat saudara masing-masing.

Ini lantaran Jokowi baru kembali pulang ke Jakarta tengah malam nanti. Sedangkan diantara warga yang datang terdapat sejumlah anak kecil yang seharusnya istirahat di rumah.

"Kasihankan, ada anak-anak, apalagi ini sudah hujan, dan besok mereka ada yang sekolah lagi," ujar Staf Jokowi, Heru, di depan pagar kediaman dinas Jokowi di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Minggu (14/4).


Namun demikian, warga tetap ngotot untuk bertahan di depan kediaman Jokowi meski badan mereka sudah basah kuyub diguyur hujan.

Heru mengatakan, pihaknya sudah diberikan mandat oleh Jokowi untuk melakukan koordinasi dengan para korban penggusuran, agar mereka pulang dahulu dan besok pagi Jokowi berjanji akan menemui perwakilan para korban di Balai Kota.

"Pak Gubernur minta supaya mereka kembali ke tempat saudaranya dulu, besok akan diterima pak gubernur langsung pukul 09.00 WIB," kata Heru usai menemui para korban.

Namun demikian, dirinya tidak bisa memaksa apabila korban penggusuran tersebut tetap ngotot bertahan. "Ya kita tidak bisa memaksa, kita kan sudah tawarkan," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu korban Ronald mengatakan, pihaknya akan tetap bertahan meski hujan sekalipun mendera mereka.

"Kita akan tetap disini, kalaupun hujan ya resiko, karena hidup butuh perjuangan. Biasanya Pak Jokowi yang blusukan, sekarang kita yang menemui Pak Jokowi kesini, kita tetap berharap bisa ketemu malam ini," tandasnya.

Seperti diketahui, lokasi rumah yang mereka tempati adalah tanah milik negara (Kementerian Keuangan), dan sekarang dipinjam pakai oleh KPK untuk membangun Gedung KPK. Sekitar 150 warga guntur sekarang sudah direlokasi sementara ke Gedung Karang Taruna Kel Guntur. Sebelumnya mereka dijanjikan akan dipindah ke rumah susun (rusun) di daerah Penggilingan.

Luas lahan ini adalah 8.492 meter persegi, lahan ini sudah ditempati warga sejak 1997. Hingga kini, warga  yang bertahan hanya 48 KK atau berjumlah 155 jiwa dengan pekerjaan pemulung dengan pendapatan sekitar Rp. 50.000 perhari. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya