.Mimpi pebalap anyar Repsol Honda Marc Marquez akhirnya terwujud. Rider berusia 20 tahun itu tak menyangka bisa berduel ketat dengan idolanya, Valentino Rossi di beberapa lap terakhir pada seri pembuka di Sirkuit Losail, Qatar, dinihari kemarin WIB.
Marquez mengaku, The Doctor merupakan idolanya sejak kecil. Ia bahkan tak mengelak, jika prestasi dan performa Rossi di atas sirkuit memotivasi dirinya menjadi pebalap hebat seperti sekarang ini.
“Dari kecil, saya selalu memusatkan perhatian ke Rossi, pebalap idola saya. Dari cara dia bermanuver mencari celah menyalip lawan sampai melewati sebuah tikungan,†katanya dikutip Crash, kemarin.
Pebalap Spanyol itu menilai wajar bila dia harus kalah dalam adu manuver dengan pebalap kebanggaannya itu.
Sebab, teknik yang digunakan sekarang adalah hasil tiruan dari Rossi. “Rossi adalah guru saya, dan saya adalah murinya. Jadi, Rossi pasti tahu bagaimana cara menyalip saya.â€
Untuk diketahui, duel antara Marquez dengan Rossi berlangsung di lap ke 18 dan sempat terjadi
wheel to whell antar kedua pebalap itu. Namun, kematangan Rossi membuatnya berhasil mempertahankan urutan kedua tepat di belakang Jorge Lorenzo.
Keberhasilan Rossi inipun seolah menandai comeback-nya musim ini setelah dua tahun krisis kemenangan saat membela bendera Ducati. Padahal, pria 34 tahun itu mengawali balapan dari posisi start ke 7 dan langsung melesat ke posisi keempat.
Namun, saat hendak melewati Andrea Dovizioso di lap kedua, Rossi sedikit melebar dan posisinya melorot ke urutan tujuh lagi.
Rossi kemudian perlahan-lahan mampu memperbaiki posisinya. Dia menyalip satu persatu pebalap di depannya sampai akhirnya berduel dengan Marquez untuk memperebutkan posisi kedua. Dia mengaku puas dengan pencapaian yang sekaligus melampaui target pribadinya.
“Pagi ini setelah sesi pemanasan saya tahu bahwa saya punya kecepatan yang bagus. Saya pikir bila melakukan start yang bagus harus mengambil sedikit risiko menyalip motor di depan yang sedikit lebih lambat daripada saya.â€
Rossi juga ikut senang atas keberhasilan Lorenzo memenangi balapan. Dia pun berterima kasih kepada Yamaha yang memberinya kesempatan kedua.
“Saya sangat senang untuk Yamaha dan Jorge. Finis pertama dan kedua untuk Yamaha di balapan pertama adalah fantastis,†tuturnya. [Harian Rakyat Merdeka]