Berita

mulia nasution/ist

KASUS PROYEK HAMBALANG

Dipanggil KPK, Komisaris Bank Bukopin Langsung Ngeloyor Masuk Lobby

SENIN, 08 APRIL 2013 | 11:01 WIB | LAPORAN:

. Mulia Nasution, Komisaris Bank Bukopin lagi-lagi menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat.

Mulia sudah tiba di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan sekitar pukul 10.10 WIB tadi. Tapi, dia masih enggan berkomentar mengenai panggilan kali keduanya ini.

Sementara itu, Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha menerangkan kalau Mulia diperiksa dalam kapasitasnya sebagai bekas Sekjen Kementerian Keuangan (Kemenkeu).


"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk AM dan DK," kata Priharsa melalui pesan singkatnya (Senin, 8/4).

Mulia sendiri terpantau Rakyat Merdeka Online, tak berlama-lama berada di Lobby KPK. Setelah mengurus administrasi, dia lalu masuk menuju ruang pemeriksaan lantai tujuh Gedung KPK.

Pemanggilan terhadap Mulia Nasution dalam kasus Hambalang ini merupakan yang keduakalinya sejak tanggal 19/12/2012 lalu. Pada pemeriksaan itu, Mulia dicecar pertanyaan seputar dirinya saat masih menjabat sebagai Sekjen Kemenkeu terkait pencairan dana Hambalang senilai Rp 2,5 triliun.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka berkaitan dengan kasus Hambalang. Mereka adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan mantan Kepala Biro Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar serta Ketua Kerjasama Operasi Hambalang Adhi-Wika, Teuku Bagus Muhammad Noor adalah tiga orang tersangka yang menyalahgunakan wewenang. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 243,66 milyar.

Sementara terkait penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan proyek Hambalang, nama Anas Urbaningrum selaku mantan Ketua Umum Partai Demokrat dianggap menyalahgunakan jabatan sebagai penyelenggara negara. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya