Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan
Pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memastikan Merah Putih merebut satu gelar di Australia Open Grand Prix Gold 2013. Itu didapat setelah mereka mengalahkan Mohd Zakry Abdul Latif/Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari dari Malaysia dengan 21-18, 21-18 dan maju ke final.
Mereka berhasil menyusul langkah Angga Pratama/Rian Agung Saputro yang juga memastikan diri berlaga di partai puncak usai menjungkalkan Shin Baek Choel/Kim Dong Eun dua set langsung 21-9, 21-14.
“Konsentrasi kami sempat terganggu, pola permainan juga tidak teratur. Kami bisa memenangkan pertandingan dua gim langsung, karena lawan tidak bisa bermain dengan semestinya dan banyak membuat kesalahan yang tidak perlu,†beber Hendra usai laga dikutip website resmi PBSI, kemarin.
Mengenai laga final yang mempertandingkan All Indonesia final, rekan setim Hendra, Mohammad Ahsan mengaku tidak bisa memprediksi bagaimana permainan nantinya. Sebab, peluangnya berimbang. Meski begitu, dia tidak ingin kehilangan momen untuk mendongkrak peringkat apalagi Kejuaraan Dunia 2013 sudah dekat.
“Mereka bisa menang mudah dari ganda Korea. Kita lihat besok saja di lapangan.â€
Di nomor lain, ganda putri Vita Marissa/Variella Aprilsasi juga lolos ke babak final usai mengalahkan Ko A Ra/ Yoo Hae Won dengan pertarungan sengit tiga set langsung 19-21, 21-11, 21-12.
Keberhasilan Vita/Variella menembus babak final merupakan yang pertama, sejak mereka dipasangkan Januari lalu. Melihat pola permainan dua pemain ini terus semakin lama menunjukkan konsistensinya di setiap turnamen, meski sebelumnya dikalahkan lawannya di turnamen Malaysia Open Superseries lalu.
Meski tak muda lagi, namun Vita mengaku masih mampu bersaing dengan lawan-lawan yang merupakan pemain muda. “Kekuatan kami sama. Mereka memang unggul di power, tapi kami bisa menerapkan permainan taktis untuk menutupi kekurangan kami. Kami memperlambat tempo permainan dan menghindari permainan keras khas pemain Korea.â€
Di laga final, unggulan kedelapan ini akan menemui lawan tangguh dari Thailand Savitree Amitrapai/Sapsiree Taerattanachai. Unggulan kedua Thailand itu pada pertandingan semifinal mampu mengalahkan Qingchen Chen/Dongping Huang dengan pertarungan sengit 21-17, 26-28, 21-15.
Sementara itu, pasangan ganda campuran, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini turut ambil bagian di partai puncak. Di laga semifinal, pasangan ini tampil mengesankan dengan menjungkalkan wakil China China, Liu Yuchen/Huang Dongping, 21-19,13-21, 22-20.
Weni mengatakan, kemenangan ini karena sejak awal pasangan ganda campuran Indonesia tersebut memiliki keyakinan yang besar untuk mengalahkan pasangan China. Bahkan, dia dan Irfan mampu memaksimalkan kelemahan yang dialami Liu/Huang ketika mereka terlihat tegang di set penentuan.
Sedangkan harapan satu-satunya di tunggal putra, Alamsyah Yunus harus kandas di babak semifinal. Pemain yang kini berusia 27 tahun itu dikalahkan Song Xue dengan skor 10-21, 21-18, 15-21 dalam waktu 84 menit.
“Saya bisa menang di gim kedua karena mainnya lepas. Selanjutnya saya terlalu hati-hati karena menghindari serangan lawan yang sangat tajam.†[Harian Rakyat Merdeka]