Berita

Politik

Waspadai, Penangkapan 11 Anggota Kopassus untuk Kaburkan Masalah

JUMAT, 05 APRIL 2013 | 22:26 WIB | LAPORAN:

. Di permukaan, penahanan 11 anggota Kopassus pelaku penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman, DIY, dianggap sebagai prestasi TNI dan bukti pernyataan TNI bahwa institusinya akan terbuka.

Tetapi, sejumlah keganjilan justru menunjukkan bahwa penangkapan ini merupakan suatu upaya sistematis TNI merebut kesempatan penyelidikan dan penyidikan secara cepat untuk tujuan tertentu.

Misalnya, untuk mengaburkan fakta, penyederhanaan kasus dan memotong sejumlah dugaan bahwa pembunuhan tersebut terencana dan dugaan keterlibatan elit TNI.


Begitu disampaikan Ketua Setara Institute, Hendardi, dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, Jumat malam (5/4).

"Apapun alasannya, baik soal penerapan jiwa Korsa, solidaritas korps, pengakuan para anggota Kopassus tidak pantas untuk dipuji," tegas dia.

Pengakuan para anggota Kopassus tersebeut, yang baru dibuka pada 4 April kemarin menunjukkan bahwa rangkaian pengaburan sangat mungkin terjadi sejak 29 Maret. Karena itu, publik tetap harus mencermati berbagai kemungkinan-kemungkinan skenario yang dirancang pihak TNI.
    
Hendardi mengatakan dari berbagai keganjilan yang ada, maka pihak-pihak yang harus bertanggung jawab tidak cukup hanya 11 anggota Kopassus itu. Komandan Kopassus Grup Dua, Kandang Menjangan, Kartosuro, Pangdam IV/Diponegoro, juga harus dimintai pertanggungjawaban karena selain pernah berusaha menutupi dugaan keterlibatan anggotanya, bahkan telah melakukan penyangkalan melalui statementnya di awal peristiwa, dia juga sangat mungkin mengetahui rencana pembunuhan itu.

"Termasuk yang harus dimintai pertanggungjawaban juga adalah pimpinan Polres Sleman dan Polda DIY Yogyakarta yang lalai," tegas dia. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya