Berita

Politik

SBY Lega Penyerang Lapas Cebongan Mau Bertanggungjawab

JUMAT, 05 APRIL 2013 | 15:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah mendapat laporan bahwa tim 9 bentukan TNI AD mengungkap pelaku penyerangan di Lapas Kelas IIB Cebongan, Sleman, DIY, adalah oknum anggota Kopassus.

"Saya mendapat laporan para prajurit yang melakukan tindakan itu tampil secara bertanggungjawab, kesatria dan siap mendapatkan sanksi hukum apapun. Demikian juga para komandan akan ikut bertanggungjawab semuanya. Bagi saya itu melegakan, itu sifat ksatria," ujar SBY di kompleks Istana Negara, Jumat (5/4).

Presiden mengatakan dapat dipahami 11 oknum anggota Kopassus itu bertindak demikian karena ada jiwa korsa yang mereka miliki ketika salah satu rekannya dibunuh oleh pihak luar. Namun, apapun alasannya tindakan itu sangat tidak dibenarkan.


"Meskipun saya tahu mengapa ada tindakan itu. Itu lah awal dari jiwa korsa dan perlakuan yang luar biasa sadisnya itu yang membakar emosi mereka. Tetapi bagaimanapun ini tindakan main hakim sendiri itu. Itu tidak dibenarkan dalam negara hukum," tegas Presiden.

Presiden berharap penegakan hukum atas kasus ini dapat dijalankan sesuai prosedur. Pihak TNI, kata dia, juga harus memetik pelajaran dari adanya peristiwa ini.

"Saya mendukung langkah-langkah jajaran TNI, utamanya TNI AD dan kepolisian untuk menegakkan hukum dan keadilan sebenar-benarnya. Dan saya minta dukungan masyarakat luar, berikan kesempatan ruang kepada mereka untuk bekerja secara profesional," pungkas SBY seperti diberitakan JPNN.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya