Berita

ilustrasi/ist

Mengapa Kopassus Jadi Pasukan Khusus Terbaik Dunia...

JUMAT, 05 APRIL 2013 | 08:01 WIB | LAPORAN:

. Keterampilan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukan sekedar bergantung pada teknologi super canggih dan serba digital.

Kemampuan individu pasukan Kopassus memiliki kualitas sempurna seorang prajurit. Anggota Kopassus tidak hanya lihai menggunakan senjata, namun juga terampil membela diri, membikin kamuflase dan perangkap, bertahan hidup, memiliki daya tahan dan lain-lain.

Itulah salah satu alasan mengapa Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 menempatkan Kopassus sebagai pasukan khusus terbaik di dunia, atau top elite special forces in the word, setelah SAS Inggris dan Mossad Israel. Kehebatan Kopassus mengungguli pasukan khusus Amerika Serikat, Navy Seals dan Army Special Forces atau Green Berets, yang sangat tergantung pada teknologi.


Tak berlebihan bila kemudian, seorang anggota Kopassus dapat disetarakan dengan minimal lima tentara biasa. Dengan disiplin dan loyalitas yang tinggi, prajurit Kopassus bisa dikatakan sudah tidak memiliki rasa takut lagi. Mereka adalah tentara yang tidak pernah ragu untuk mengambil keputusan, dalam keadaan bahaya sekalipun.

Kopassus, yang pada awalnya bernama Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi, dibentuk pada 16 April 1952 oleh Kolonel A.E. Kawilarang. Sementara Komandan pasukan pertama adalah Idjon Djanbi, seorang mantan kapten KNIL Belanda kelahiran Kanada, yang memiliki nama asli Kapten Rokus Bernardus Visser, dan memilih jadi WNI.

Beberapa kali nama pasukan ini berubah-ubah setelah berada langsung di bawah komando Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 9 Februari 1953. Pasukan ini pernah bernama Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) dan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). RPKAD kemudian berubah menjadi Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD), sebelum akhirnya menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) pada 17 Februari 1971.

Kopassandha berganti nama menjadi Kopassus, hingga sekarang, sejak tanggal 26 Desember 1986. [ysa]

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Di Depan Mahasiswa, Direktur Pertamina Beberkan Strategi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:19

PLN Resmikan SPKLU ke-5.000 di Indonesia, Pengguna EV Kini Makin Nyaman

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Polri Panen Raya Jagung di Bengkayang

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:14

Viral Sarden Disebut Bukan UPF, Ini Penjelasannya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:11

OPM Diduga Dalang Pembunuhan Delapan Penambang Emas di Distrik Korawai

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:05

Mengenal Duck Syndrome yang Viral di Media Sosial, Ini Pengertian dan Dampaknya

Kamis, 21 Mei 2026 | 18:04

MBG Tetap Prioritas meski Anggaran Dipangkas

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:46

Pidato Prabowo ke Golkar Dinilai Bukan Sekadar Candaan

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:42

Cirebon Raya Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:33

Hubungan Baik Prabowo-Megawati Perlihatkan Kepemimpinan Inklusif

Kamis, 21 Mei 2026 | 17:32

Selengkapnya