Berita

Se­bastian Vettel

Olahraga

Fakta Baru Red Bull Anaktirikan Webber

Formula 1
RABU, 03 APRIL 2013 | 08:02 WIB

.Tim Formula1 Red Bull mem­ban­tah lebih memfavoritkan Se­bastian Vettel saat digelarnya ba­lapan di Sirkuit Sepang, Malay­sia, belum lama ini. Padahal, pe­balap Jerman itu sudah meng­aku tidak mengurangi kecepatan mobilnya seperti rekan setimnya Mark Webber.

Sikap Vettel yang mengabai­kan team order tetap di belakang Webber saat berlangsungnya ba­la­pan menuai kontroversi dan men­jadi perbincangan hangat di ka­langan media. Kejadian itu di­awali saat juara bertahan Formu­la 1 itu menggeber mobil meski su­dah mendapat instruksi untuk mengurangi kecepatan di saat ba­lapan tinggal menyisakan sepu­luh putaran, dia pun berhasil men­curi kemenangan dari Webber.

Kemudian muncul sebuah pem­beritaan yang menarik, bah­wa sebenarnya Red Bull tidak pernah bersikap adil terhadap Web­ber, karena sebenarnya, pe­balap asal Australia itu justru di­minta mengurangi kecepatan mo­bil lebih dari Vettel.


Hal tersebut diungkap bos F1, Bernie Ecclestone, usai melaku­kan pembicaraan dengan juru bi­cara Red Bull, Christian Horner.

“Saya sempat melakukan pem­­bicaraan dengan Horner. Berda­sar­­kan hasil pembicaraan, Web­ber sepertinya justru diberitahu untuk mengurangi tenaga mesin mo­bil, tapi tim justru tidak mem­beritahukan hal yang sama ke­pada Vettel,” kata Bernie Eccle­stone dikutip Crash, kemarin.

Namun, pihak Red Bull lang­sung mencoba mengonfirmasi pernyataan Ecclestone. “Vettel memang mengurangi tenaga mo­bil, tapi tidak sebanyak Webber karena perbedaan strategi dan ke­hausan ban,” kelit Horner.

Meski demikian, Horner men­jelaskan, suasana internal tim kini sudah kian mencair, seiring per­mintaan maaf yang dilakukan Sebastian Vettel kepada seluruh anggota tim.

“Dia mengakui ka­lau apa yang telah dilakukan itu salah, dan meminta maaf kepada tim. Dia menyadari kesatuan tim benar-benar penting.” [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya