Berita

EDHIE BASKORO/IST

Politik

Nurhayati Ali Assegaf: Posisi Ibas di DPP Tak Perlu Digeser

SENIN, 01 APRIL 2013 | 18:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Meski SBY telah terpilih secara aklamasi menjadi ketum umum Demokrat di Kongres Luar Biasa kemarin, bukan berarti posisi Edhie Baskoro Yudhoyono sebagai anaknya di DPP PD saat ini harus diformasi ulang.

Wakil Ketua Formatur PD, Nurhayati Ali Assegaf berpendapat, jabatan Sekjen DPP PD yang dipegang Edhie Baskoro atau Ibas tidak perlu ditukar lagi. Meski begitu, Nurhayati belum dapat menjamin posisi Ibas ke depan tetap aman. Sebab, kepengurusan strategis di DPP PD akan kembali diputuskan oleh Ketua Formatur, SBY.

"Lima orang formatur nantinya dalam rapat berbicara mengenai struktur kepengurusan. Tetapi saya kira seperti Sekjen itu sudah ada, karena ini adalah kepemimpinan sementara, sehingga tidak perlu ada lagi memilih Sekjen," ujar Nurhayati kepada wartawan di Gedung DPR, Senin (1/4).


Untuk sementara, selain dirinya, jabatan waka formatur juga dipegang Syarief Hasan dan Max Sopacua. Sedangkan sekretaris formatur ditunjuk Jero Wacik.

Nurhayati yakin citra Partai Demokrat sebagai partai modern tidak akan terganggu dengan tetap mempertahankan Ibas sebagai sekjennya. Namun ini pula bukan berarti Demokrat tidak profesional atau melakukan praktik nepotisme politis. Justru jabatan Ibas karena profesionalisme. Ia pun  menyamakan praktik politik di tubuh partainya dengan di PDI Perjuangan yang dipenuhi oleh anggota keluarga Bung Karno.

"Kalau politik ini adalah darah keturunan, artinya kita lihat dulu presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno adalah seorang politisi, dan itu dibuktikan dengan Ibu Mega menjadi ketua umum PDIP sampai saat ini. Kemudian Puan menjadi ketua fraksi PDIP di DPR, juga ada Pak Guruh yang menjadi anggota DPR. Kemudian Pak Taufik Kiemas menantunya sebagai ketua MPR. Jadi beda sekali antara politisi dengan profesional," papar ketua fraksi DPR PD ini.

Seperti diketahui pula, lanjut dia, baik SBY maupun Ibas tidak diangkat begitu saja tapi berdasarkan mekanisme partai yang ada.

"Dan mekanismenya adalah demokrasi," tambah legislator berjilbab ini.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya