Berita

sby/ist

Politik

Terjawab Sudah Isu Kudeta yang Dimaksud SBY

SABTU, 30 MARET 2013 | 22:03 WIB | LAPORAN:

Terjawab sudah isu kudeta dimaksud Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah sebelumnya banyak pihak termasuk aparat keamanan (BIN, TNI dan polisi) panik, kecele dan garuk-garuk kepala menyaksikan aksi kudeta yang ditudingkan kepada Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) pada 25 Maret lalu, yang ternyata isu kudeta itu hanya kegiatan bagi-bagi sembako.

Usut punya usut isu kudeta yang dimaksud SBY ternyata adalah rangkaian peristiwa internal PD hingga akhirnya ia secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum PD pada KLB di Bali hari ini. Inilah dimaksud Kudeta SBY sesungguhnya. Sebuah rencana yang telah disusun jauh-jauh hari dan tersistematis oleh SBY untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan Anas Urbaningrum.

Demikian analisa pemerhati masalah sosial dan politik dari The Indonesian Reform Martimus Amin dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 30/3).


"Seperti perkataaan yang sangat terkenal dari pemimpin kudeta dalam sejarah, yaitu Jenderal Soeharto kepada Presiden Sukarno dengan 'mikul Duwur mendem Jero', Presiden Gus Dur dengan 'becik ketitik olo ketoro' yang ditujukan kepada lawan-lawan politiknya. Tidak mau kalah SBY mengungkapkan hal tersebut dalam pidato penutupan di KLB 'saya akan melanjutkan program yunior saya Anas, dan saya mohon bimbingan kak Anas'," pungkasnya.

Lebih lanjut Martimus mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menghentikan kekonyolan dan kegilaan SBY.

Dengan guyon ia mengatakan bahwa saat ini SBY sudah sukses dengan misi kudetanya. "Jadi, sebaiknya SBY fokus mengurus partai dan mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI. Ini agar ia tidak menjilat pernyataannya sendiri sebagaimana ia pernah mengingatkan menteri-menterinya bekerja untuk kepentingan rakyat bukan sibuk mengurusi partainya." tandasnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya