Berita

adhie massardi/ist

KPK dan PPATK Harus Pantau Aliran Dana KLB Demokrat!

SABTU, 30 MARET 2013 | 14:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bekerjasama dengan Pusat Pengawasan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memantau lalulintas uang di Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali 29-30 Maret ini. Kerena partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini punya reputasi buruk dalam hal keuangan, khususnya untuk kongres.

Saran ini disampaikan koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi kepada wartawan siang ini (29/3) di Jogjakarta.

Adhie menambahkan, karena ini sudah musim (kampanye) pemilu, maka sudah seharusnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga memantau KLB Demokrat ini.


"Di Demokrat kan banyak pejabat publiknya, mulai dari anggota DPRD, DPR, bupati, walikota, gubernur, menteri, bahkan presiden. Bawaslu harus bisa memastikan mereka tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partai. Kalau ada, itu abuse of power, penyalahgunaan wewenang. Ini melanggar UU pemilu dan UU antikorupsi," katanya.

Sekretaris Jenderal Majelis Kedaulatan Rakyat (MKRI) ini tidak yakin orang-orang Demokrat tidak menggunakan fasilitas negara untuk KLB. Misalnya, apakah benar para menteri dari Demokrat tidak membawa ajudan yang notabene dibayar oleh negara?

"Saya melihat di televisi, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono menggunakan protokol kepresidenan, ada juga Paspampres, dan tentu ribuan pasukan pengaman lengkap dengan armada pengamanannya. Mosok kongres partai fasilitas keamanannya seperti itu? Ini jelas abuse of power, berlebihan. Merugikan keuangan negara karena anggarannya kan menggunakan uang rakyat," ujar dia lagi.

Jadi, menurut Adhie, Bawaslu harus memberikan peringatan keras kepada Partai Demokrat karena telah menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan partai. Dan KPK perlu memeriksa dan mengaudit laporan keuangan yang beredar dinarena KLB itu.  [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya