. Aksi penolakan rencana penghapusan Kereta Rel Listrik Ekonomi lintas Jabodetabek akan terus disuarakan pengguna jasa moda transportasi massal itu.
Koordinator penumpang KRL Ekonomi, M. Abi mengatakan, aksi simpatik seperti yang digelar di Stasiun Sudimara, Ciputat hari ini dengan mengumpulkan tanda tangan dan koin untuk pembelian KRL baru terus dilakukan apabila operasionalisasi kereta itu benar-benar dihapus.
"Antusiasme para penumpang Stasiun Sudimara menunjukan keberpihakan kepada penumpang KRL Ekonomi dan ikut menolak penghapusan," kata Abi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (28/3) malam.
Dia menjelaskan, aksi pengumpulan koin mengartikan kepedulian dan kemampuan para penumpang terhadap KRL Ekonomi yang menginginkan perbaikan dan peningkatan fasilitas. Pengumpulan tanda tangan memperlihatkan ikatan emosional para penumpang, dan sebagai tanda bukti penolakan dihapusnya KRL Ekonomi di Jabodetabek.
"Koin dan spanduk berisikan tanda tangan telah diberikan kepada Kepala Stasiun Sudimara. Selanjutnya akan ditindaklanjuti ke Pimpinan Daops I dan PT Kereta Api Indonesia atau PT Kereta Commuter Jakarta," ujarnya.
Abi memastikan, aksi simpatik serupa akan kembali digelar oleh penumpang apabila KRL Ekonomi dihapus dan digantikan oleh kereta commuter AC.
Pasalnya, perbandingan tarif KRL Ekonomi dengan kereta commuter AC amat jauh berbeda. Hal ini dirasa memberatkan penumpang setia KRL Ekonomi yang mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara, PT KAI yang menjadi kepanjangan tangan pemerintah tidak pernah meningkatkan pelayanan terhadap para penumpang selama ini.
Seperti diketahui, seluruh rangkaian KRL Ekonomi lintas Jabodetabek akan dihapus operasionalnya mulai 1 Juni mendatang. KRL Ekonomi bertarif Rp 1500 sekali jalan akan diganti dengan kereta commuter AC yang tarifnya lima kali lipat lebih mahal. Awalnya, penghapusan akan dimulai pada 1 April, namun karena banyak penolakan dari pengguna jasa rencana itu terpaksa diundur.
[dem]