Berita

ilustrasi/ist

Politik

Kudeta Elit Terhadap Rakyat

SELASA, 26 MARET 2013 | 16:31 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

SITUASI S.O.B (staat van oorlog en beleg) alias negara dalam keadaan darurat karena adanya coup de’etat alias kudeta, seharian kemarin rupa-rupanya sekadar pepesan kosong.

Bundaran HI menuju istana macet. Ada apa? Ternyata ada metro mini mogok. Dari jauh orang melihat asap membumbung tinggi, dikira asap mesiu, ternyata itu asap knalpot angkutan umum yang sudah reot. Di dekat Megaria orang berkerumun, ada apa? Ternyata ada pembagian sembako oleh anggota MKRI, sehingga warga sekitar pada mengantre.

Barakuda, kawat berduri, tenda aparat, kendaraan lapis baja, mobil pemadam kebakaran, panser, water cannon memang ada dimana-mana, tapi aparatnya senyum-senyum main catur sambil merokok.


Lagi pula katanya di negeri ini tidak ada tokoh sekaliber Gringo Honasan, bekas kolonel dan senator yang berani mengkudeta Arroyo, presiden Filpina. Atau dulu di sini ada Kolonel Maludin Simbolon yang memberontak dan melawan pemerintah pusat karena pasukannya diperlakukan tidak adil.

Atau Jenderal Sonthi Boonyaratglin di Thailand yang menggulingkan PM Thaksin Sinawatra yang sewaktu kejadian Thaksin lagi berada di New York untuk Sidang Umum PBB.

Kehidupan di Jakarta seharian kemarin ternyata berjalan normal, yang terjadi adalah mayoritas rakyat negeri ini selama ini justru dikudeta oleh para elitnya sendiri.

Rakyat negeri ini umumnya mengalami kudeta dalam bentuk tidak adanya keberpihakan elit untuk membela rakyatnya sendiri, mulai dari ketidakmampuan para elit menekan kenaikan harga tomat, harga cabe, harga bawang, hingga harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Rakyat dikudeta oleh partai-partai penguasa, dibohongi, dan ditipu habis-habisan.

Kedaulatan rakyat hampir sepuluh tahun terakhir ini dikudeta oleh para elit, melalui praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang berkembang semakin meriah.

Kenapa rakyat diam, dikudeta oleh para elit seperti itu? Karena katanya orang Indonesia umumnya punya "kesabaran yang revolusioner’", revolutionary patience, kesabarannya bukan main, sehingga buktinya di depan pembesar kalau berjalan membungkuk-bungkuk dan kalau berdiri mengapurancang sambil matanya menatap lantai.

Apa itu artinya? Itu artinya karena terlalu lama dijajah, sehingga karena saking lamanya dijajah jalannya membungkuk-bungkuk menggambarkan gesture orang yang lama sekali ditindas. Menggambarkan mental inlander.

Apakah inlander bisa kudeta? Tentu tidak. Yang bisa cuma militer, dan kudeta atau coup d’etat memang kosakata-nya tentara. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang mau kudeta? Nyonya Sarumpaet seniman pemimpin teater itu bersama kawan-kawan? Atau isu kudeta ini hanya halusinasi yang keterlaluan, fantasi dari rasa takut yang berlebihan akibat banyaknya kesalahan?

Kalau beberapa tahun lalu ada istilah Glandes (Gerakan Sembilan Desember) yang dalam rangka memperingati Hari Korupsi Internasional dituding mau bikin kekacauan, sekarang ini dihembuskan wacana kudeta, bukankah ini salah satu bentuk teror negara kepada rakyatnya sendiri?[***]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya