Berita

Politik

Kudeta, Imajinasi SBY atau Dulang Rezeki Anggaran

MINGGU, 24 MARET 2013 | 23:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Isu kudeta jadi sangat serius karena diungkap langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan secara tersirat isu kudeta disampaikan hingga tujuh kali dalam rentang waktu tidak sampai satu bulan.

Apa benar besok, 25 Maret 2013, terjadi kudeta? Apa ada latihan bersenjata? Apa ada propaganda ilegal yang masif dalam jumlah besar untuk pengkondisian kudeta? Apa ada barak-barak dibangun? Apa ada serangan-serangan bersenjata sebagai open war? Apa ada aliran uang dalam jumlah besar untuk membeli senjata api, peluru, granat, ransum dan lain-lainnya?

"Jika jawaban pertanyaan itu semua tidak ada maka bisa dipastikan kudeta hanya imajinasi SBY," kata Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis (PENA) 98, Adian Napitupulu, dalam keterangannya, Minggu (24/3).


Menurut Adian, ada dua kemungkinan kenapa SBY berimajinasi seperti itu? Pertama ada ketakutan luar biasa dalam diri SBY yang membuat tiap hari bermimpi, berhalusinasi atau berimajinasi seolah ada "hantu" yang mengejarnya. Dan jika hal ini jadi penyebab maka yang bisa memberi solusi hanyalah psikiater.

Kemungkinan kedua, SBY berimajinasi karena suplai laporan terus menerus pagi siang malam yang isinya melulu tentang rencana kudeta. Laporan yang membuat SBY percaya tentu bukan berdasararkan SMS yang dikirim seorang cleaning service, melainkan atas laporan dari orang-orang kepercayaan yang punya akses kuat dan langsung kepada dirinya. Siapa yang membuat SBY bisa percaya terhadap laporan kudeta?

"Kemungkinan pertama adalah para penasihat SBY. Kemungkinan ke dua para staf khusus SBY. Ketiga adalah menteri terkait seperti Menhan dan Menkopolhukham dan terakhir, istansi terkait yakni BIN, Kapolri, BAKIN, dan Panglima TNI," duga Adian.

Jika 25 Maret tidak ada gerakan yang dapat dikategorikan kudeta, maka SBY harus segera periksa apa motif laporan tersebut. Apakah motifnya untuk mencari rezeki di akhir jabatan SBY karena anggaran bencana kudeta kabarnya lebih besar dari anggaran bencana alam dan bailout Century?

"Baiknya SBY memberi sanksi tegas kepada para pelapor yang sukses "mengkudeta" citra dan mempermalukan dirinya sebagai alumnus West Point, juga sebagai Presiden serta Panglima Tertinggi Angkatan Bersejata di hadapan rakyat dan dunia internasional," demikian Adian.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya