Berita

Politik

Wajar Curiga Gedung Setneg Sengaja Dibakar

JUMAT, 22 MARET 2013 | 18:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kebakaran yang terjadi di Gedung Utama Sekretariat Negara yang berada di Kompleks Istana Negara kemarin merupakan insiden buruk dan sangat memalukan.

"Ini menunjukkan lemah dan rapuhnya sistem keselamatan dan keamanan di Kompleks Istana Negara," ujar anggota Komisi III DPR, Indra, kepada wartawan, Jumat (22/3).

Menurut dia, apabila komplek Istana Negara yang merupakan objek super vital api berkobar begitu besar dan lama dipadamkan, apalagi kalau terjadi di areal-areal lainnya di Tanah Air.


"Sebegitu rapuhnya kah negara besar yang bernama Indonesia ini? Apa kata dunia melihat kerapuhan ini? Walau sebenarnya saya tidak yakin kita sebagai negara besar, teknologi begitu berkembang pesat di negeri ini, putra-putri bangsa yang cerdas dan berlian, namun kenyataannya objek paling vital di negeri ini terbakar begitu saja," prihatin Indra.

Oleh karenanya, kata politisi muda PKS ini, tidak aneh bila muncul pertanyaan apakah gedung Setneg terbakar atau dibakar? Tidak aneh apabila ada yang berasusmsi atau menduga-menduga bahwa terbakarnya Gedung setneg merupakan kesengajaan.

"Cukup beralasan apabila ada yang menduga berkobarnya api di gedung Setneg dalam rangka menghilangkan jejak atau bukti skandal bailout bank Century, dan berbagai asumsi-asumsi liar lainnya," tegas Indra yang juga anggota Timwas Century ini.

Agar asumsi liar atau praduga tersebut terlokalisir dan terjawab dengan tuntas, Indra mendesak Polri untuk menyelidiki penyebab kebakaran di Setneg dengan independent dan tranparan. Ia juga mendesak pihak Setneg memastikan dan mengumumkan bahwa seluruh dokumen, rekaman, risalah rapat, catatan dan surat-menyurat terkait dengan latar belakang mengenai bantuan bailout Bank Century 6,7 Triliun dan lahirnya Perpu no 4 tahun 2008 mengenai kebijakan soal bailout Bank Century, aman dan terbakar atau tidak hilang.

Namun demikian, Indra tetap berharap kejadian kebakaran di Gedung Setneg tersebut tidak menyebabkan hilangnya dokumen penting negara.[dem]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya