Berita

Politik

Lebih Baik MA Gunakan Triliunan Rupiah untuk Tingkatkan Pelayanan Hukum

SELASA, 19 MARET 2013 | 02:18 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2013 ini akan membangun gedung baru 15 lantai senilai Rp 1 triliun lebih. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan berpendapat, pembangunan gedung MA saat ini belum menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Banyak hal yang lebih mendesak dari pada  membangun gedung MA," ujar Ketua Badan Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, S.H, Senin malam (18/3).

Menurut dia, lebih baik dana sebesar itu digunakan untuk memperbaiki pelayanan dalam proses persidangan. Dengan begitu layanan akses terhadap keadilan bagi masyarakat pencari keadilan bisa ditingkatkan.


Selain itu, lanjut dia, alangkah lebih baik dana pembangunan itu digunakan untuk membangun gedung pengadilan dan kesejahteraan para hakim di daerah.

"Lebih baik digunakan untuk membangun rumah dinas para hakim," demikian Abdul Hamim.
Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur mengatakan gedung baru MA rencananya akan memiliki 15 lantai. Namun dia tak mau membeberkan detailnya.
Saat ini MA menempati gedung megah di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. MA juga memiliki gedung sekretariat yang terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan sebuah gedung arsip juga telah dibangun di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.[dem]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

PUI: Pernyataan Kapolri Bukan Ancaman Demokrasi

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:52

BI Harus Selaras Jalankan Kebijakan Kontrol DHE SDA Sesuai UUD 1945

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:34

HMI Sumut Desak Petugas Selidiki Aktivitas Gudang Gas Oplosan

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:26

Presiden Prabowo Diminta Bereskan Dalang IHSG Anjlok

Minggu, 01 Februari 2026 | 23:16

Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman Praka Hamid Korban Longsor Cisarua

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:54

PLN Perkuat Pengamanan Jaringan Transmisi Bireuen-Takengon

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:53

TSC Kopassus Cup 2026 Mengasah Skill dan Mental Petembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 22:23

RUU Paket Politik Menguap karena Himpitan Kepentingan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:45

Kuba Tuding AS Lakukan Pemerasan Global Demi Cekik Pasokan Minyak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:44

Unjuk Ketangkasan Menembak

Minggu, 01 Februari 2026 | 21:20

Selengkapnya