Berita

LUHUT PAnjaitan dan presiden sby

Luhut Panjaitan Cs Imbangi Akses Prabowo Subianto ke Istana?

SABTU, 16 MARET 2013 | 11:59 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Perang bintang memang sedang terjadi di kalangan pensiunan perwira tinggi TNI. Informasi yang beredar luas menyebutkan bahwa kehadiran Prabowo Subianto di Istana Negara hari Senin lalu (11/3) membuat panas telinga sejumlah jenderal purnawirawan yang selama ini berseberangan dengan Prabowo.

Sampai sekarang masih belum jelas pertemuan Prabowo dan SBY itu diinisiasi oleh siapa? Apakah oleh SBY, atau oleh Prabowo? Yang jelas menurut SBY, dia menerima permintaan dari Prabowo untuk bertemu. Sementara menurut orang dekat Prabowo, Fadli Zon, adalah SBY yang mengundang Prabowo ke Istana.

Perlu dicatat bahwa ini bukan pertemuan pertama SBY dan Prabowo di Istana. Menjelang Pilpres 2009 lalu Prabowo juga pernah mengunjungi SBY. Tahun lalu SBY dan Prabowo juga sempat bertemu di Istana Tampak Siring dalam rangka silaturahmi usai Idul Fitri dan reuni alumni AKABRI 1973. Namun demikian, baru kali inilah pertemuan SBY dan Prabowo ditanggapi dengan serius oleh kalangan purnawirawan jenderal lainnya.


Prabowo semakin populer. Lobi politiknya ke banyak kalangan di dalam negeri semakin canggih. Juga lobi politiknya di dunia internasional. Prabowo kini disebutkan memiliki hubungan yang jauh lebih baik dengan Amerika Serikat.

Bulan Oktober tahun lalu adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, mendirikan Pusat Kajian Sumitro Djojohadikusumo untuk Kebangkitan Ekonomi Asia Tenggara di Center for Strategic and International Studies (CSIS), salah satu lembaga think thank kelas wahid AS di Washington DC.

Kemarin (Jumat, 15/3) Prabowo mengatakan dirinya tidak mau berpikiran negatif mengenai pertemuan tujuh purnawirawan jenderal yang dipimpin Luhut Panjaitan itu.

"Rakyat membutuhkan para elit politik yang bersahabat dan tukar menukar pikiran yang baik," kata Prabowo di Taman Mini, Jakarta Timur.

Sementara dalam kolom wawancara Rakyat Merdeka hari ini Luhut Panjaitan mengatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang cool. Ia tidak mau Indonesia diserahkan kepada tokoh yang sebenarnya tidak kompeten untuk menjadi presiden tapi populer hanya karena sering tam­pil di media.

"Kami tidak dalam kapasitas menilai mereka yang muncul. Ka­lau melihat capres, tentu me­lihat track record. Misalnya 30 tahun terakhir ini bagaimana. Kalau tentara, bagaimana waktu menjadi sipil, apa success story-nya, bagaimana keluarganya, apa­kah temperamental atau tidak," demikian Luhut Panjaitan. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya