Berita

Politik

RR Usul Polri Di Bawah Kemendagri

SELASA, 12 MARET 2013 | 18:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penyerangan kantor Mapolresta Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, oleh 95 personel TNI dari Yon Armed Martapura pada 7 Maret lalu mengundang keprihatinan Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP), Dr. Rizal Ramli. Penyerbuan yang berujung pada pembakaran Mapolres OKU itu buntut dari peristiwa penembakan seorang prajurit TNI oleh seorang oknum polisi.

RR, biasa disapa, mengusulkan reformasi Polri perlu dilakukan dengan menempatkannya di bawah Kementerian Dalam Negeri. Dengan begitu diharapkan,  Korps Bhayangkara akan lebih fokus pada tugasnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

"Jika Polri ditempatkan di bawah Kemendagri maka akan menjadi lebih manusiawi dan lebih fokus pada tugasnya menjaga Kamtibmas," kata RR di Jakarta, Selasa (12/3).


Menteri Kordinator Perekonomian era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini menilai, penyerbuan kantor Mapolresta OKU sesungguhnya tidak boleh terjadi karena TNI dan Polri sama-sama aparat keamanan. Jika TNI adalah kekuatan tempur untuk menghadapi ancaman keamanan negara, maka polisi adalah penjaga kamtibmas.

RR yang beberapa hari lalu terpilih sebagai salah seorang anggota Dewan Juri UNDP Development Award tahun 2013 menceritakan latar belakang dipisahkannya Polri dari TNI oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada tahun 2000. Menurut dia, sasarannya adalah agar polisi lebih manusiawi seperti polisi di Inggris. Polisi di sana tidak dilengkapi senjata api tapi hanya bersenjata pentungan. Meski begitu mereka dihormati karena mengayomi rakyat.

RR menambahkan, setelah dipisah dari TNI, Polri berada langsung di bawah presiden dan fasilitasnya lebih baik sehingga menimbulkan kecemburuan. Doktor ekonomi alumni Amerika Serikat ini mengusulkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reformasi Polri dengan menempatkannya di bawah Kementerian Dalam Negeri sehingga lebih fokus pada tugasnya menjaga Kamtibmas.

"Saya mengimbau presiden agar bisa membentuk Polri seperti polisi Inggris yang lebih manusiawi," katanya.

Rizal juga menyoroti beberapa kelamahan di tubuh Polri yakni sistem rekruitmen dan promosi anggota polisi yang kurang profesional.

"Sudah menjadi rahasia umum, untuk menjadi taruna Polri harus membayar sejumlah uang. Ini akan merusakkan sistem," demikian RR seperti dikutip dari kantor berita Antara.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya