Berita

mari elka pangestu

Di Sela-sela Nyalon Dirjen WTO, Mari Elka Rayakan Nyepi di Brussel

SELASA, 12 MARET 2013 | 06:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu dan Dubes RI di Brusel, Arif Havas Oegroseno bersama masyarakat Hindu di Belgia dan Belanda merayakan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1935 di Brussel.


Menteri Mari di tengah kesibukan kunjungan kerja ke Brussel dalam rangka pencalonannya sebagai Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO) berserta masyarakat Indonesia ikut merayakan nyepi.

Hal itu disampaikan Counsellor KBRI Brusel, Riaz J.P. Saehu, seperti dikutip dari Antara pagi ini (Selasa, 12/3).

Hal itu disampaikan Counsellor KBRI Brusel, Riaz J.P. Saehu, seperti dikutip dari Antara pagi ini (Selasa, 12/3).

Dalam kesempatan itu, Dubes Arif Havas Oegroseno dan Menteri Mari Pangestu menyampaikan apresiasinya atas perayaan Nyepi yang diikuti ratusan umat Hindu Bali anggota Banjar Shanti Dharma Belgia dan Banjar Suka Duka Belanda mengharapkan masyarakat Bali yang berada di Eropa dapat menjaga identitas sebagai orang Bali dan anak-anak Bali yang lahir di Belgia untuk mengetahui jati diri sebagai orang Bali.

Menurut Menteri Pangestu, upaya yang dilakukan masyarakat Bali di Eropa dalam mempromosikan Bali dan Indonesia merupakan salah satu bentuk dukungan yang besar bagi kementerian yang dipimpinnya.

Sementara itu, Dubes Arif Havas Oegroseno menyampaikan kekagumannya atas pengaruh positif budaya Bali terhadap warga Belgia untuk ikut menyenangi budaya Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.


Dubes menyampaikan keberadaan Pura Agung Shanti Bhuwana di kota Brugelette, Belgia, dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat Hindu di Eropa untuk lebih memperkenalkan budaya Indonesia di Eropa.

Tari Topeng

Pada acara budaya, para hadirin dikejutkan dengan hadirnya penari Tari Topeng Keras, yang ternyata dibawakan Dubes Arif Havas Oegroseno.


Para hadirin baru mengetahui penari yang membawakan Tari Topeng Keras tersebut adalah Dubes Havas, setelah melepaskan topeng yang dikenakannya aplaus panjang dan riuh dari hadirin pun memenuhi ruangan.

Ketua Banjar Shanti Dharma Belgia Luksemburg , I Made Wardana dan beberapa warga Bali yang lama menetap di Belgia dan Belanda menyampaikan keterharuan dan apresiasi atas perhatian Menteri Mari Pangestu dan Dubes.

Hal ini dinilai semakin menambah motivasi mereka untuk tetap melestarikan budaya Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dimanapun berada.

Acara perayaan Nyepi ditutup dengan penampilan tiga Ogoh-ogoh Hanoman, Arjuna dan Dewi Saraswati di halaman KBRI Brussel. Menparekraf terkejut ketika mengetahui bahwa terdapat Ogoh-ogoh di tempat yang jauh dari daerah asalnya, Bali.

Walau hujan turun rintik-rintik dan suhu hanya lima derajat Celsius, ratusan orang tetap bertahan di halaman KBRI Brussel untuk dapat menonton dan mengabadikan penampilan Ogoh-ogoh. [zul]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya