Berita

sidang majelis kehormatan hakim/ist

Politik

Sudah Dipecat Kok Dainuri Masih Mengadili Perkara

SENIN, 11 MARET 2013 | 21:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wajah peradilan Indonesia kembali tercoreng. Hakim Dainuri sudah dipecat pada November 2011 tetapi masih mengadili perkara di Mahkamah Syariah Tapaktuan, Aceh.

Ketua Badan Pengurus LBH Keadilan, Abdul Hamim Jauzie, membeberkan, Dainuri antara lain mengadili  perkara gugat cerai dengan. n omor 15/Pdt.G/2012/MSy-TTN yang dik etok pada 26 Juni 2012, perkara 06/Pdt.G/2012/MSy-TTN yang putusannya diketok pada 14 Februari 2012 dan perkara 09/ Pdt.G/2012/MSy-TTN tentang Isbat Nikah yang diketok 21 Februari 2012.

"Tindakan dia (Dainuri) telah melukai rasa keadilan publik. Hakim yang sudah jelas-jelas dinyatakan bersalah dan dipecat kok masih mengadili perkara," kata Abdul Hamim kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Senin (11/3).


Dia mengatakan Ketua Mahkamah Syariah Tapaktuan adalah pihak yang harus bertanggung jawab atas permasalahan ini. Pasalnya, penentuan majelis hakim yang mengadili suatu perkara merupakan kewenangan ketua pengadilan.

"Jika tidak ada penetapan ketua pengadilan dipastikan hakim Dainuri tidak akan mengadili suatu perkara," tegas Abdul Hamim.

Selain Ketua Mahkamah Syariah Tapaktuan, lanjut dia, Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) juga bertanggung jawab atas tindakan Dainuri tersebut.  Seharusnya, MA dan KY memantau pelaksanaan putusan pemecatan Dainuri yang telah dikeluarkan kedua institusi tersebut melalui Majelis Kehormatan Hakim.

Dainuri dipecat pada 22 November 2011 karena terlibat perbuatan cabul dengan pihak yang berperkara. Akibatnya, hakim ini pun dipecat. Di depan MKH, Dainuri mengakui dirinya pernah bermesraan berkali-kali dengan Evi dengan cara menggosok-gosok punggung Evi di kamar mandi dan berpangkuan dalam keadaan telanjang di hotel yang disewa oleh Dainuri. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya