Berita

agus martowardojo/ist

Politik

CAGUB BI

Pencalonan Agus Tidak Elegan dan Bau Korupsi Hambalang

KAMIS, 07 MARET 2013 | 11:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pada prinsipnya, Partai Gerindra tidak ada masalah dengan sosok Agus Martowardojo yang dicalonkan Presiden SBY sebagai Gubernur Bank Indonesia pengganti Darmin Nasution.

"Kami dengan Agus Martowardojo tidak ada masalah," kata Ketua Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (7/3).

Namun, secara etika, jelas Muzani, pencalonan Menteri Keuangan itu tidak elegan. Pasalnya, pencalonan tunggal terkesan dipaksakan dengan tidak memberikan DPR pilihan lain.


"Dan Agus kan pernah ditolak oleh DPR tahun 2008 untuk jabatan yang sama," ujar anggota Komisi I DPR ini.

Rapat Komisi IX dua hari lalu menerima Agus Martowardjojo sebagai satu-satunya calon Gubernur BI.

Komisi XI DPR siap melaksanakan uji kelayakan terhadap Menteri Keuangan pada 25 Maret mendatang.

Fraksi Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, dan Hanura adalah yang sempat meminta tambahan calon Gubernur BI kepada Presiden .

Sementara fraksi yang setuju adalah Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB, sepakat untuk meneruskan pencalonan Agus ke fit and proper test.

Dalam uji kelayakan nanti, lanjut Muzani, Gerindra akan mencecar Agus seputar cadangan devisa yang makin tipis dan harus menjadi proritas BI.

Di samping itu, partai besutan Prabowo Subianto ini juga akan mempertanyakan sejauh apa keterlibatan Agus dalam pencairan dana untuk proyek Hambalang yang bermasalah, dalam posisinya sebagai Menteri Keuangan. Agus pernah diperiksa KPK untuk memberi keterangan seputar kasus itu.

"Harus clear semua," pungkas Muzani.

Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, pria kelahiran tahun 1956 itu sebelumnya adalah Direktur Utama Bank Mandiri dan pada 2008 pernah dicalonkan sebagai Gubernur Bank Indonesia, namun ditolak.

Menurut audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bulan Oktober lalu, keterlibatan Agus Martowardojo dalam Hambalang adalah pada hal menyetujui dispensasi waktu pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA KL) TA 2010 yang diajukan Sekretaris Kemenpora yang melebihi batas waktu sebagaimana diatur dalam PMK 69/PMK.02/2010.

Agus Martowardojo juga menetapkan persetujuan kontrak tahun jamak meskipun mengandung empat kejanggalan. Pertama, alokasi anggaran, misalnya, belum tersedia dalam APBN. Lalu permohonan tidak diajukan oleh Menpora tetapi hanya ditandatangani Ses Kemenpora.

Selain itu, pendapat teknis Kementerian Pekerjaan Umum tidak ditandatangani Menteri PU, tetapi oleh Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU.

Terakhir, RKA KL Kemenpora TA 2010 yang menunjukkan pekerjaan dibiayai lebih dari satu tahun anggaran belum ditetapkan. [ald]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya