Berita

anas urbaningrum

Takdir Politik

SELASA, 05 MARET 2013 | 07:29 WIB | OLEH: ANAS URBANINGRUM

UNGKAPAN takdir lebih sering muncul dalam suasana kekalahan, penderitaan, dan bahkan lekat dengan keputusasaan.

Padahal, takdir seyogyanya adalah hal yang membahagiakan, menentramkan dan membebaskan.

Bagaimanapun Tuhan sangat adil menentukan takaran takdir-Nya buat setiap mahluk-Nya. Kehidupan mahluk berasal dari Rahmat-Nya; dari kasih-sayang-Nya!


Sementara, kebebasan itu haruslah diperjuangkan. Bolehlah kita berkata bahwa perjuangan hidup dan kehidupan merupakan perjalanan menuju takdir.

Dan, perjalanan itu tentulah sebuah langkah sengaja, gerak sadar, dan dipenuhi dengan berbagai pengetahuan, keinginan, serta kalkulasi berbagai risiko. Kesadaran akan sebuah takdir pastilah dihasilkan dari sebuah proses panjang.

Pun dengan politik dalam demokrasi. Dibandingkan sebagai rumusan hasil akhir, politik di dalam demokrasi lebih merupakan proses.

Demokrasi menjanjikan pembebasan. Perwujudan janjinya membutuhkan kerja keras, konsistensi dan lebih penting dari itu, harus berdasarkan pada dukungan dan mandat penuh dari semua kalangan.

Mungkin setengah dari pemberian amanat kepada seseorang adalah memperhatikan bukti kinerja, dan mungkin setengahnya lagi berasal dari desakan ekspektasi.

Seorang pemegang amanat, selain harus menunjukkan konsistensi kinerja, juga butuh konsistensi moral. Hal inilah yang kini sedang dipertaruhkan dalam pesta dan panggung demokrasi.

Pesta dan panggung, kendati menjajakan keceriaan, kebahagiaan, kesenangan dan bahkan kemewahan, seringkali bukanlah fakta yang sesungguhnya. Selalu hadir sesuatu yang semu di sana.

Dan pertarungan politik, persaingan demi persaingan memperoleh amanat dari rakyat, tidak jarang berlangsung menjadi sebuah pertandingan jagad simbolik.

Karenanya si petarung, penting menunjukkan kinerja dan reputasi. Jangan sampai nanti keberatan simbol; bajunya demokrasi, tapi ruhnya otoriter; kainnya berhasil menutup aurat, tapi ucapannya penuh caci-maki; pidatonya berapi-api memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan, tapi auranya memendam ketidaksukaan, ketidak-ikhlasan, kemarahan dan bahkan dendam politik.

'Ala kulli hal, politik dan demokrasi bukanlah tontonan pertandingan final sepak bola. Menata politik dalam panggung demokrasi bukanlah menata sebuah pesta.

Politik adalah perjalanan panjang dalam bingkai demokrasi untuk menjemput takdir sebuah bangsa. Tidak hanya takdir keadilan dan kesejahteraan yang dijemput, namun lebih penting dari itu, maghfirah dan rahmat Tuhan yang diharap.

Seperti pepatah Arab klasik: kama takumu yuwalla 'alaikum (sebagaimana demikian keadaan rakyatnya, seperti itulah pemimpin yang akan dihasilkan). [***]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya