staf dpp gerindra tunjukkan formulir caleg
. Dalam survei, Partai Gerindra masih dipilih rakyat Indonesia dengan tingkat elektabilitas sebesar 26 persen, jika pemilihan umum (Pemilu) dilakukan hari ini.
Sedangkan Partai Demokrat masih terpuruk di angka 8 persen sejak sebelum terjadi gonjang-ganjing internal partai dan mundurnya Anas Urbaningrum.
"Dari 10 parpol yang memenuhi syarat untuk pemilu 2014, Gerindra yang paling unggul," kata Direktur Taylor Nelson Sofres (TNS), Yanti Z, saat merilis hasil survei National Leadership Center (NLC) di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (28/2).
Menurut Yanti, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan terhadap 2.020 responden di 31 provinsi di Indonesia, Partai Gerindra mendapat raihan suara sebesar 26 persen responden.
"Gerindra sedikit lebih tinggi dari partai lain, diikuti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Golkar dalam hal kemungkinan dipilih," kata Yanti.
Pada survei ini, imbuhnya, PDIP di urutan kedua dengan tingkat dukungan 25 persen. Golkar ketiga dengan angka 18 persen, keempat diduduki Partai Demokrat dengan angka 8 persen.
Selanjutnya secara berurutan yakni, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Keadilan Sejahtra (PKS) (3 persen), Partai Nasdem (3 persen), Partai Kebangitan Bangsa (2 persen), Partai Amanat Nasional dan Partai Hati Nuarani Rayat (2 persen).
Dijelaskan Yati, survei ini dilakukan secara tatap muka dengan responden 2.020 responden di 31 provinsi yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan komposisi 49 persen-51 persen, mempunyai KTP Indonesia dengan umum 17 tahun ke ke atas.
Komposisi usianya, yakni 17-24 tahun sebesar 21 persen, 25-39 tahun (39 persen), dan di 40 tahun ke atas sebesar 40 persen. Ke-2.020 responden itu, ujar Yati, tersebar 45 persen di urban atau perkotaan dan 55 persen di rural atau pedesaan.
"Poling ini dilakukan pada 14-19 Januari 2013 dengan tingkat kesalahan yang dapat diterima margin of error adalah kurang dari 4 persen," pungkasnya.
[ald]