Berita

Politik

Syarif Hasan: Yang Tidak Loyal pada Ketua Majelis Tinggi Silakan Minggir

RABU, 27 FEBRUARI 2013 | 10:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan, kembali mempersilakan kader-kader yang tidak lagi nyaman berada di dalam partai untuk mengundurkan diri.

"Orang yang mengundurkan diri karena tak nyaman di partai, dipersilakan. Lebih bagus dia pisah sekarang karena itu salah satu bentuk bersih-bersih, yang tak loyal pada pimpinan silakan minggir," ujar Syarif Hasan ketika berdialog dengan Rakyat Merdeka Online dan Jurnal Nasional, kemarin malam di Medan, Sumatera Utara.

Dia katakan, tidak ada pengaruh besar terhadap situasi internal partai setelah Anas Urbaningrum mengundurkan diri akhir pekan lalu.


"Sekarang tidak ada yang mendukung dia (Anas). Satu dua orang kader saja yang mendukung," ucapnya.

Dia tegaskan, saat ini yang paling dibutuhkan adalah loyalitas kader kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kita harus tetap loyal pada pimpinan. Jadi kalau ada yang tak loyal pada ketua majelis tinggi, dia bukan bagian daripada kader," tegasnya.

Namun, Syarif membantah kalau ada persepsi di masyarakat bahwa kasus hukum yang menimpa Anas Urbaningrum saat ini adalah sesuatu yang sudah didesain kelompok SBY. Bantahan itu menjawa rumor yang menyebut bahwa sejak Anas memenangkan pemilihan ketua umum di Kongres 2010, loyalis SBY sudah berniat menggulingkannya dengan berbagai cara.

"Permasalahannya bukan dari kongres. Masalahnya adalah Mas Anas kena masalah hukum. Kalau Presiden (SBY) intervensi kan salah," ucapnya.

SBY hanya memohon kepada KPK agar lembaga pimpinan Abraham Samad itu cepat-cepat menangani kasus Hambalang yang menyeret Anas Urbaningrum dan menyebabkan elektabilitas partai merosot ke 8 persen.

"Karena 18 bulan kami digantung terus. Jadi, jangan dibalik-balik ceritanya, justru akibat kasus hukum itu elektabilitas kami anjlok akibat. Dan karena perlu penyelamatan, maka SBY turun tangan," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Syarif yang juga menjabat Menteri Koperasi dan UKM itu mengatakan, agenda pemilihan ketua umum baru pengganti Anas Urbaningrum yang mundur akibat kasus hukum, belum ditentukan Partai Demokrat.

Saat ini, tugas dan wewenang ketua umum partai dijalankan oleh empat orang yang terdiri dari dua Wakil Ketua Umum, Sekjen DPP dan Direktur Eksekutif.

Dengan demikian, semua spekulasi yang beredar menyangkut pengganti Anas dimentahkan. Beberapa nama yang sempat disebut adalah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (Sekjen saat ini) dan Ketua DPR Marzuki Alie yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat. Bahkan, ada beberapa nama dari luar kader Demokrat yang disebut-sebut, seperti Mahfud MD (Ketua MK) dan Jenderal Pramono Edhie Wibowo (KSAD, adik ipar SBY).

Syarif Hasan tak menampik kemungkinan Partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, akan menghadapi Pemilu tanpa ketua umum definitif. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya