Berita

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Bisnis

Pemain Dokumen Palsu Menjamur BPK Kelarin Audit Impor Daging

Terjadi Perbedaan Data Impor Antara Kementan & Ditjen Bea Cukai
JUMAT, 15 FEBRUARI 2013 | 09:00 WIB

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan menyerahkan hasil audit impor daging ke DPR bulan depan. Lembaga auditor negara itu mencium ada kerugian negara dalam pelaksanaan impor tersebut.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa mengatakan, saat ini hasil audit impor daging sudah mencapai 80 persen.

“Sekali lagi sidang badan selesai. Audit ini termasuk cepat. Jadi tidak benar kita lambat,” kata Ali Masykur saat jumpa pers tentang Tata Hukum Lingkungan Hidup di kantornya, kemarin.


Ali mengatakan, surat tugas untuk audit impor daging itu ditandatangani 19 Oktober 2012 dan audit dimulai awal November 2012. “Ini pemeriksaan atas inisiatif BPK, pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT),” imbuhnya.

Dia mengaku audit ini bukan untuk pertama kalinya, tapi yang ketiga kalinya sejak 2010. Hasilnya akan diserahkan ke DPR awal Maret.

“Lebih cepat dari jadwal Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) yang April,” katanya.

Ditanya hasil audit tersebut, Ali mengatakan, pihaknya belum bisa membuka hasil itu ke publik sebelum diserahkan ke DPR. Namun, dari hasil audit tersebut dimungkinkan adanya kerugian negara. Berapa besarannya, dia belum bisa menyampaikannya.

Dia menyebutkan, hasil audit impor daging 2010 dan 2011 sudah diserahkan kepada DPR pada Desember 2011. Dalam audit tersebut diketahui, dalam impor daging selalu melebihi realisasi pengadaan impor daging dari rencana yang ditetapkan tahun berjalan.

Selain itu, tidak ada koordinasi dan terjadi perbedaan data antara Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal ini Badan Karantina dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai soal impor yang masuk. “Selalu melebihi invoice yang ada. Realisasi Bea Cukai dan Karantina selalu berbeda-beda,” jelasnya.

Dikatakan, fokus pemeriksaan itu kepada Kementan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan semua perusahaan atau importir yang mendapat kuota impor daging dan eksportirnya di Australia. Jadi, pemeriksaan dilakukan dari hulu ke hilir.

“Ya semua kita periksa, pihak yang memberikan pengusulan dan penetapan. Semua importirnya juga kita periksa,” katanya.

BPK, lanjut Ali, memberikan rekomendasi penguatan produksi dan perlindungan ternak dalam negeri sehingga harganya terjamin dan bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, koordinasi antara Kementan dan Bea Cukai soal data impor harus ditingkatkan dan diperbaiki supaya tidak terjadi perbedaan.

Ketua Komisi IV DPR Romahurmuziy menyambut baik langkah BPK yang melakukan audit impor daging. Pasalnya, kebijakan tersebut saat ini sangat carut-marut.

“Audit itu diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan kemelut impor daging,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Selain itu, menurut dia, dengan audit tersebut akan terkuak apakah importir yang selama ini melakukan impor sudah sesuai kriteria. Apalagi, BPK juga mengungkapkan ada potensi kerugian negara dalan kebijakan tersebut.

“Hal tersebut semakin menegaskan jika permainan dokumen palsu banyak. Diharapkan audit ini bisa memperbaiki kebijakan impor,” jelasnya.

Dia menegaskan, hasil rapat kerja DPR dengan Kementan dan Kemendag meminta impor daging tahun ini untuk terakhir kalinya. Tahun depan, sudah tidak ada lagi impor.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengaku tidak kaget dengan audit impor daging yang dilakukan BPK. Menurut dia, pihaknya hampir setiap tahun selalu diaudit.

“Kita selalu koordinasi dengan BPK terkait audit tersebut. Saya belum terima hasil audit yang terbaru,” katanya kepada Rakyat Merdeka, belum lama ini.

Namun, menteri dari PKS itu menegaskan, pihaknya tetap komit untuk mengurangi impor daging. Pada 2014, ditargetkan impor tinggal 10 persen. “Yang dikurangi presentaseny,  bukan dari volumenya,” jelas Suswono. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya