Berita

ilustrasi/ist

Pemerintah Desain Ulang Pembangunan Museum Keris

KAMIS, 14 FEBRUARI 2013 | 10:21 WIB

. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mendesain ulang terhadap rencana pembangunan museum keris di kawasan Sriwedari Solo, setelah mengetahui rencana pembangunan awal menyentuh lahan Taman Sriwedari yang masih sengketa.

"Ya untuk pembangunan itu kita akan fokus membangun di lahan HP 26 yang jelas bukan lahan sengketa. Sementara pembangunan yang masuk wilayah HP 11 kita tangguhkan dulu karena wilayah tersebut masih disengketakan," kata Kepala Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Pemkot Surakarta, Ahyani kepada wartawan di Solo, Kamis (14/2).

Proses lelang penyusunan ulang Detail Engineering Desain (DED) museum keris itu kini telah dimulai, dan diharapkan selesai antara bulan April atau Mei 2013 mendatang.


"Nilai lelangnya untuk penyusunan ulang DED ini sekitar Rp 100 Juta dan dananya bersumber dari APBD 2013," katanya.

Ahyani mengatakan, usai penyusunan DED, pihaknya akan segera menggelar lelang pembangunan fisik, sehingga diharapkan tahap pertama pembangunan museum keris bisa selesai pada akhir tahun 2013.

Pengerjaan pembangunan tahap pertama nantinya menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Pusat senilai Rp 10 miliar.

"Tahap satu ini sampai pembangunan struktur konstruksi gedung museum keris, dan setelah itu kembali mengajukan dana bantuan untuk tahap kedua," ujar Ahyani.

Sementara pembangunan tahap kedua, akan difokuskan untuk membangun interior museum. "Karena kita menginginkan museum mempunyai ruang pameran koleksi berstandar internasional," tambah Ahyani.

Selain itu, di kawasan tersebut juga akan dibangun convention hall yang mampu menampung hingga ribuan orang.

Pembangunan museum keris tersebut, nantinya juga akan diikuti dengan penataan lingkungan sekitar museum yang terintegrasi dengan penataan Koridor Bhayangkara itu.

Oleh karena itu, pihaknya menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar dalam APBD 2013 untuk menata pedestrian dan sanitasi air di kawasan tersebut.

"Ya untuk kawasan ini akan kita bangun sebagai kawasan heritage. Jadi bangunan-bangunan heritage yang ada juga akan kita pertahankan," kata Ahyani. [ant/ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya