Berita

Ahok Larang Izin Billboard Baru Demi Kerapihan Kota

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 17:13 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama, berjanji untuk tidak memberikan izin baru pemasangan papan iklan atau billboard di jalan-jalan ibukota. Jakarta, menurutnya, harus menata ulang letak papan iklan.

"Intinya, billboard akan dilarang. Kami mau stop izin baru," ungkap Wagub bersapaan Ahok itu kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Selasa (13/2).

Ahok menyarankan, ruang-ruang pemasangan iklan akan dialihkan ke bus-bus kota di Jakarta. Menurutnya, itu lebih efektif dibandingkan iklan di pinggir jalanan.


Ahok juga menyatakan, iklan billboard yang sudah jamak akan digantikan oleh model light emitting diode (LED)

"Akan disiapkan LED kayak di Taman Anggrek itu loh, biar rapih kota kita," katanya.

Menurut Ahok, penampilan iklan LED dapat memuaskan mata sekaligus merapihkan jalan. Selain itu, Ahok juga menyatakan masyarakat Jakarta akan mendapat keuntungan lebih dari iklan LED dibanding billboard karena sudah ada investor yang siap untuk mendanai pemasangannya.

"Mereka akan bikin investasi. Dari fiber optic saja daerah kita dapat keuntungan. Kita mau bikin smart city," jelasnya.

Dalam proses sosialisasi kebijakan itu, rencananya Ahok akan memanggil para pengusaha iklan billboard di Jakarta

"Saya segera panggil pengusaha iklan. Tidak ada lagi izin untuk billboard. Kalau mau pakai LED," ucapnya.
 
Mengenai pajak, lanjutnya, tentu lebih besar penerimaan pajak dari LED, daripada pemasukan dari billboard yang berkisar hanya Rp 400-600 miliar. Sehingga, lebih baik mengganti ke bentuk LED yang bisa menyumbang untuk memperbanyak jumlah bus Transjakarta. [ald]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya