Berita

ilustrasi, Daging Impor

Bisnis

Industri Pengolahan Lebih Pilih Daging Impor Ketimbang Lokal

Permintaan & Persediaan Tak Seimbang
RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 08:12 WIB

.Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Direk­torat Jenderal Kementerian Per­industrian (Kemenperin) Faiz Ah­mad mengeluhkan mahalnya har­ga daging lokal. Karena itu, dia tidak heran jika banyak in­dustri pengolahan pilih daging impor.

“Saat ini daging sapi lokal men­capai Rp 100 ribu per kilo­gram (kg), sedangkan daging im­por harganya cuma Rp 53 ribu per kg. Ditambah pasokan dalam ne­geri juga tidak mencukupi,” ka­tanya di sela-sela rapat kerja Ke­menperin di Jakarta, kemarin.

Terkait dugaan adanya kartel daging, Faiz mengaku pihaknya tidak mengetahui karena tugas Ke­menperin hanya mengusulkan kuota dan tidak terlibat langsung dengan urusan importir.


Namun, dia mengaku saat ini harga daging impor dari sum­ber­nya Rp 46 ribuan per kg dan di­jual ke industri Rp 53 ribu per kg. Harga tersebut disesuaikan de­ngan kemampuan industri. Se­bab, industri harus bersaing de­ngan produk sejenis yang diim­por. Karena yang diimpor itu meng­gunakan bahan baku daging yang sangat murah.

Dia juga mengklaim saat ini tu­gas Kemenperin hanya me­ngu­sul­kan kuota kebutuhan industri ke Kementerian Pertanian (Ke­mentan). Apalagi pihaknya juga baru ikut menentukan kuota pada 2012 setelah ada keluhan dari pa­ra industri olahan daging yang kekurangan bahan baku.

Menurut Faiz, kuota impor yang diusulkan oleh Kemenperin tidak sepenuhnya diserahkan ke industri, tapi ke importir. Pada triwulan III-2012, dari 4.500 ton daging hanya 1.600 ton untuk industri. “Importirnya merasa nga­pain ke industri, lebih untung ke yang lain,” katanya.

Menurutnya, dari 27 anggota National Meat Processor Asso­ciation Indonesia (Nampa), ha­nya 6 anggota yang melakukan impor sendiri. Sisanya tergan­tung dari importir.

“Itulah yang meng­aki­batkan mereka tetap mem­bu­tuhkan para importir. Itu terus ber­lanjut ke 2013,” ungkap Faiz.

Untuk penentuan berapa kuota masing-masing industri, Faiz me­ngaku disesuaikan dengan kapa­sitas produksi dan kiner­ja impor mereka di tahun-tahun sebelum­nya. Penentuan itu juga berdasar­kan hasil verifikasi Suco­findo.  Tapi, dia mengaku ba­nyak industri yang kecil juga me­­minta kuota melebihi kemam­puan produk­sinya, namun ditolak.

Faiz bilang, kisruh suap kuota daging tidak mem­berikan dam­pak kepada industri pengo­lahan. Yang jelas, pihaknya tetap men­dukung pemberlakukan kuota.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perda­gangan (Kemendag) Bahrul Chai­ri mengatakan, kemung­kin­an adanya kartel impor daging di Indonesia sangat kecil.

“Pembagian kuota daging sapi beku impor 2013 sekitar 32 ribu ton. PT Indoguna kebagian 2.600 ton, itu hanya 8 persen dan secara teo­ritis untuk kartel lemah dalam mem­permainkan harga,” ujar Bahrul.

Menurut dia, alokasi impor da­ging pada semester pertama tahun ini dipegang 58 importir dan 52 importir memegang jatah impor di semester kedua. Dari jumlah tersebut, perusahaan-perusahaan itu tidak dalam posisi melakukan oligopoli ataupun kartel.

“Akar masalah harga daging ma­hal dan stok yang terbatas ka­rena keti­dakseimbangan antara supply dan demand daging. Itu sangat mempengaruhi harga,” Bachrul menyimpulkan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya