Kalangan DPR berjanji akan mengawal kegiatan PerÂtaÂmina agar BUMN tersebut bisa menembus laba bersih taÂhun ini sebesar Rp 29 triliun. Untuk itu, para politisi Senayan ini mengÂapresiasi kinerja PerÂtamina pada 2012 yang telah ditunjukkan dengan peningÂkatan laba berÂsihnya hingga meÂnembus 2,76 miliar dolar AS atau Rp 25,89 triliun. Laba terÂsebut berada di atas target RKAP sebesar 2,67 miliar dolar AS.
Untuk tahun 2013, PertaÂmiÂna memproyeksikan laba bersih dalam RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) 2013 sebesar 3,05 miliar dolar AS atau Rp 29,03 triliun meningkat 23,53 persen dibandingkan dengan RKAP 2012 yang seÂbesar Rp 23,5 triliun. SeÂdangÂkan untuk produksi, BUMN ini mantargetkan seÂbesar 243.920 barel per hari atau naik 24,4 persen dibanÂdingÂkan 2012 sebesar 196.060 barel per hari.
Dirut Pertamina Karen AgusÂtiawan mengatakan, anak peruÂsahaan Pertamina, PT PertaÂmina EP akan memberikan konÂtribusi produksi minyak paÂling besar yakni sebesar 137.200 barel per hari. Lalu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) 76.000 barel per hari, PT PerÂtamina EP Cepu 10.800 barel per hari, dan dari merjer serta akuisisi 19.900 barel per hari. “Kami optimis mencapai target tersebut,†katanya usai rapat dengan DPR, Senin malam (11/2).
Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi menjelaskan, asumsi sejumlah kalangan yang mejustifikasi bahwa Pertamina performance-nya tidak optimal akahirnya terbantah. Hal ini terbukti dengan kapasitas peruÂsahaan yang terus membaik, ditunÂjang pemanÂfaatan lini peÂrusahaan dari berbagai sektor seÂmakin memperkuat kinerja peÂrusahaan. “Salah jika ada yang berpendapat performance PerÂtamina dibonsai atau dibataÂsi. Terbukti sekarang justru jauh lebih baik,†ungkap Bobby.
Politisi Golkar ini menamÂbahkan, perspektif terhadap peningkatan kinerja perseroan merupakan hal penting untuk disosialisasikan menyusul tingginya aspek penerimaan negara dari salah satu perusaÂhaan pelat merah ini. “Saya harap persepsi negatif tentang Pertamina dapat diubah. Mari sama-sama melihat dari segi kinerja operasi perusahaan bahwa memang Pertamina dapat lebih berkembang dan membantu negara,†ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Zainuddin Amali mengatakan, kinerja Pertamina seperti laba, dividen, penerimaan negara, dan tingkat kesehatan menunÂjukÂkan tingkat yang lebih baik dibandingkan 2012. “Kami berharap Pertamina bisa terus meningkatan kinerja pada waktu datang,†ujarnya.
Dikatakan, atas capaian kinerÂja tersebut, DPR meminta Pertamina mampu mempertaÂhankan dan bahkan meningÂkatkan kinerja pada 2013 dan di tahun-tahun mendatang.
Anggota Komisi VII DPR Rafi Munawar menyebut meski laba Pertamina di 2012 naik, hal ini belum diimbangi dengan perbaikan dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) berÂsubsidi atau
Public Service Obligation (PSO). Di sisi hulu keÂmampuan produksi yang maÂsih minim menyebabkan reaÂliÂsasi lifting tidak optimal. [Harian Rakyat Merdeka]