Berita

Muhammad Nuh

Bisnis

Banyak Rekening Gelap Di PTN, Rapor Mendikbud Rentan Merah

Audit BPK Tentang Anggaran Kemendikbud Rp 65 Miliar Mangkrak
SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 08:14 WIB

Menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh bakal diganjar rapor merah di tahun ini. Sebab, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang kejanggalan penggunaan anggaran di Kemendikbud senilai Rp 65 miliar pada semester pertama 2012, belum juga diselesaikan. Ditambah adanya ribuan rekening gelap di sejumlah PTN.

Pengelolaan anggaran ke­uangan Kemendikbud diha­rap­kan dapat menjadi lebih baik ta­hun ini. Apalagi, sudah  dua kali mendapat status disclaimer dari BPK. Ketua Komisi X DPR bidang PendidikanAgus Her­manto mengatakan, tidak me­nuntut kemungkinan Menteri Nuh diganjar rapor merah lagi karena, lambatnya penyelesaian hasil audit BPK dan lemahnya pengawasan anggaran di daerah oleh Kemendikbud.

“Kami berharap audit BPK segera diselesaikan, dan Kemen­dikbud harus membuat peren­canaan yang terukur dan matang serta membuat langkah-langkah stra­tegis agar laporan keuangan bisa mendapatkan opini Wajar Tan­pa Pengecualian (WTP) di tahun ini,” kata Agus di Jakarta, kemarin.


DPR juga mendesak Ke­men­dikbud segera mengupayakan Uji Kompetensi Awal (UKA) dan Uji Kom­petensi Guru (UKG) dilak­sa­nakan dengan standar yang jelas.

“UKA dan UKG harus me­miliki standar yang jelas dan di­perlukan evaluasi agar tercipta sumber daya manusia yang me­mi­liki kompetensi baik dalam pen­didikan,” cetusnya.

Anggota Komisi X DPR dari Frak­si Golkar Oelfah Harmanto berharap, Mendikbud bisa lebih serius bekerja dan menjaga pe­nge­lolaan keuangan pendidikan dengan baik dan transparan.

“Sistem pendidikan saat ini masih buruk. Ditambah tidak transparannya pengelolaan ang­garan. Sehingga kinerja Men­dik­bud kerap diganjar rapor merah oleh BPK,” kata Harmanto.

Pengamat pendidikan dari Uni­versitas Negeri Jakarta (UNJ) Loddy Paat pesimis kinerja Ke­mendikbud akan menjadi lebih baik. “Selama Kemendikbud belum memperbaiki aset di se­jumlah perguruan tinggi negeri dan memperbaiki laporan ke­u­angannya, status disclaimer bakal diterima kementerian ini,” ucap Loddy.

Menanggapi hal itu, Mu­ham­mad Nuh  memastikan segera mem­­perbaiki tata kelola ke­u­a­ngan­nya, supaya tidak lagi men­dapat status rapor merah oleh BPK. “Hasil audit BPK akan segera diselesaikan. Kami tidak ingin tahun ini kembali mendapat dis­claimer. Kalau sampai dapat ra­por merah, berarti ada yang aneh dan harus segera dituntaskan,” ucap Nuh.

Nuh juga mengaku masih ada kekurangan dalam pelaksanaan ang­garan 2012 senilai Rp 77 triliun. “Memang ada beberapa keter­lambatan mulai penyaluran Ban­tuan Siswa Miskin (BSM), tun­jangan guru dan beasiswa. Ini akan kita perbaiki di 2013,” janji Nuh.

Sedangkan untuk rehabilitasi ruang kelas rusak SD-SMP, dari 89 ribu yang ditarget, yang ter­capai 110 ribu setelah ada efi­siensi unit cost. Kemudian soal Uji­an Nasional masih ditemukan ada laporan dugaan kecurangan.

Inspektur Jenderal (Irjen) Ke­mendikbud, Haryono Umar me­ngatakan, dari lima temuan itu memunculkan 15 buah reko­mendasi, 11 di antaranya sudah diselesaikan. Sehingga, dari Rp 65 miliar sudah selesai Rp 55 miliar. Sementara sekitar Rp 9,4 miliar (14,7 persen) dalam pro­ses, tinggal empat rekomendasi yang masih mengganjal.

“Seluruh rekomendasi BPK yang belum beres ada di Uni­versitas Riau (Unri). Kasus yang paling besar adalah, adanya utang dari satuan unit di Unri yang be­lum beres. Satuan unit itu me­minjam uangnya ke kampus, jadi bukan ke bank,” jelasnya.

Bekas petinggi pimpinan KPK ini juga akan menertibkan ma­rak­nya rekening gelap di tingkat guru, karena banyak dosen yang dapat proyek, langsung membuka rekening baru.

“Ini harus ditertibkan. Di an­tara rekor rekening PTN ter­banyak adalah di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang men­capai ribuan nomor rekening. Kejanggalan PTN inilah yang berpotensi memperburuk audit BPK atas keuangan Kemen­dikbud,” terangnya.

Haryono juga menjelaskan, untuk sisa temuan yang belum diselesaikan berasal dari pin­jaman yang diberikan oleh badan layanan umum (BLU) Uni­ver­sitas Riau kepada fakultas, unit kerja dan perorangan sejak 2009-Maret 2012, sehingga meng­aki­batkan kekurangan kas sebesar Rp 12 miliar lebih. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya