Berita

ilustrasi

Bisnis

Demi 10 Kargo Gas Cair, PGN Garap Proyek FSRU

Alokasi Gas Domestik Lebih Penting
SENIN, 11 FEBRUARI 2013 | 08:39 WIB

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyambut baik rencana pemerintah untuk meningkatkan alokasi gas bagi kebutuhan domestik.

Sekretaris Perusahan PGN Heri Yusup mengatakan, saat ini jumlah pelanggan PGN mencapai sekitar 89 ribu dan mayoritas merupakan pelanggan industri.

“Sejalan dengan kebijakan pemerintah memperbesar alokasi gas domestik, PGN akan berusaha memenuhi kebutuhan sektor industri yang hingga kini belum terwujud,” janji Heri.


Apalagi sektor industri kini semakin strategis karena kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sangat besar. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan industri berkontribusi hingga 24 persen.

Heri mengatakan, pemenuhan gas bagi sektor industri akan menciptakan dampak yang luar biasa, karena akan mendorong pertumbuhan industri, meningkatkan daya saing dan tentu saja penciptaan lapangan kerja.

Sebagai BUMN penyalur dan distributor gas nasional, kata dia, PGN juga berkomitmen untuk meningkatkan pemakaian gas bagi rumah tangga, komersial dan juga transportasi.

“Pengembangan infrastruktur gas nasional kami lakukan secara sinergis dan simultan untuk meningkatkan penggunaan gas bagi seluruh segmen pasar,” jelasnya.

Heri mengatakan, sebagai BUMN yang memiliki pengalaman dan kemampuan di bidang infrastruktur dan distribusi gas nasional, hingga saat ini perseroan terus membangun infrastruktur-infrastruktur baru. Salah satunya adalah Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung, yang direncanakan akan mendapat alokasi gas sebanyak 10 kargo LNG (gas alam cair) mulai 2015.

Di bulan ini, pembangunan FSRU di Korea sedang memasuki tahap FSRU Keel Laying. Proses ini adalah lanjutan dari pekerjaan steel cutting yaitu peletakan bagian dasar kapal FSRU.

Proses ini merupakan bagian tahapan untuk penyelesaian fasilitas FSRU. Setelah itu proses akan berlanjut untuk pembangunan mooring system, OTS & ORF dan pipeline. System pipeline itu sendiri terbentang kurang lebih 21 kilometer dari Labuhan Maringgai, Lampung. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya