Berita

ILUSTRASI

Bisnis

Bioresources Perlu Standarisasi Untuk Menjadi Bio Produk

JUMAT, 08 FEBRUARI 2013 | 11:18 WIB

Langkah untuk merealisasikan sumber daya hayati atau bioresources menjadi bioproduct memerlukan standardisasi agar lebih meyakinkan dan bisa mendapat perlindungan hukum.

"Setiap produk yang akan disebarluaskan kepada masyarakat harus menempuh beberapa prosedur untuk bisa memiliki paling tidak standard nasional," kata Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetyo pada acara "Diskusi Panel dan Peluncuran Buku BIORESOURCES untuk Pembangunan Ekonomi Hijau", di Bappenas Jakarta, Jumat (8/2).

Bambang menambahkan bahwa produk yang sudah memiliki standar dari BSN akan memiliki jaminan untuk melindungi produk-produk dalam negeri, seperti pemanfaatan hasil alam untuk dijadikan minuman atau obat herbal sejenis jamu.


"Saya pernah tanya ke penjual jamu gendong belanja bahan baku jamunya dimana. Ternyata harus dikirim langsung dari Wonogiri," tambahnya.

Dalam penjelasannya, Bambang mengatakan bahwa usaha jamu tradisional merupakan contoh kecil usaha yang sebenarnya membutuhkan standardisasi dari pemerintah. Banyaknya isu yang mengabarkan adanya campuran bahan kimia pada produk jamu tradisional bisa merugikan produsen jamu tersebut.

Ia melanjutkan, cara yang bisa ditempuh untuk meyakinkan masyarakat bahwa jamu yang diproduksi bebas dari bahan kimia yang tidak seharusnya ditambahkan adalah dengan mendaftarkannya ke BSN. BSN akan menguji mulai dari hasil akhir jamu tradisional yang dibuat dan kemudian memutuskan apakah produk tersebut memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau tidak.

Selain produk jamu, Bambang juga memaparkan bahwa BSN pernah memberikan penghargaan kepada PT Gerak Tani yang dikelola oleh masyarakat biasa bisa menghasilkan produk seperti cabai kering yang mampu memenuhi SNI.

"Kalau hasil dari ekosistem lokal bisa sampai tahap ini (standardisasi, red) maka akan memberikan keuntungan daerah asal ekosistem lokal tersebut," jelas Bambang.  [ant/wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya