Berita

ilustrasi/ist

Sleman Kekurangan Guru Bahasa Inggris dan Ilmu Komputer

JUMAT, 08 FEBRUARI 2013 | 07:08 WIB

Hingga saat ini,  Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih kekurangan guru bidang komputer dan pelajaran Bahasa Inggris untuk SMP dan SMA.

"Selain itu, kami juga masih kekurangan guru kelas untuk sekolah dasar (SD) dan guru bidang pendidikan jasmani dan kesehatan untuk SD," kata Kepala Bidang Pembinaan Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman, Tri Pujantoro (Jumat, 8/2).

Menurut dia, kekurangan guru untuk guru mata pelajaran komputer di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 30 orang dan mata pelajaran Bahasa Inggris 24 orang.


"Sedangkan kekurangan untuk guru kelas SD sebanyak 240 orang, guru pendidikan jasmani dan kesehatan SD 190 orang," katanya.

Pada sisi lain, lanjut dia, untuk guru mata pelajaran IPA, IPS, PKN, dan Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA jutru kelebihan.

"Selain itu, guru taman kanak-kanak juga kelebihan karena TK negeri di Sleman hanya ada lima sekolah, tetapi jumlah gurunya mencapai 700 orang sehingga sisanya diperbantukan ke TK swasta," katanya.

Tri Pujantoro mengatakan, meskipun ada kelebihan guru pada mata pelajaran tertentu, tidak bisa langsung dipindah karena untuk jenjang guru SMP dan SMA itu ada sertifkat pendidik yang berkaitan dengan tunjangan profesi.

"Kekurangan guru itu menjadi persoalan yang dilematis. Di satu sisi, sekolah tidak boleh mengangkat guru honorer. Namun, di sisi lain, sekolah dituntut menyediakan pendidik. Akhirnya sekolah tetap mengangkat guru horoner untuk memenuhi tenaga pendidik meskipun sekolah tahu itu menyalahi aturan," katanya. [ant/ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya