Berita

ilustrasi

Bisnis

Perubahan Ekonomi Dunia Mulai Menyasar Kelas Bawah

Indonesia Kritis, Jumlah Pengusahanya Baru Mencapai 1,56 Persen
RABU, 06 FEBRUARI 2013 | 08:13 WIB

Forum Wirausahawan Dunia (World Entrepreneurship Forum/WEF) memproyeksikan pertumbuhan penduduk di dunia mencapai 9 miliar di 2050. Hal ini dipercaya menambah beban ekonomi, terutama di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Untuk menghadapinya, WEF yang beranggotakan lebih dari 50 negara menekankan pentingnya membangun dunia kewirausahaan yang handal.

“WEF melihat basis objek penerima dana (BOP) memiliki potensi sebagai pembeli dan produsen sebagai pengusaha, entrepreneur yang dapat memperkuat tulang punggung ekonomi bangsa. Diharapkan pada 2050 dunia bebas dari kemiskinan,” ujar Think Tank WEF Mooryati Soedibyo di Jakarta, kemarin. 

Dia menegaskan, perubahan cepat di bidang pembangunan ekonomi telah mengarah pada pemberdayaan masyarakat kelas bawah yang didorong maju menjadi usaha kecil menengah (UKM). Sektor ini dipercaya menjadi motor menuju kemandirian ekonomi dan menghapus kemiskinan.


“Kita perlu melakukan gerakan nyata dan berkolaborasi bersama, membuat visi dan rencana yang kuat antara pemerintah, ekonom, pendidik, pengusaha dan industri agar bersama-sama bertujuan mendorong terciptanya kewirausahaan, untuk membudayakan masyarakat berwirausaha dan mandiri,” jelas Mooryati.

Pendiri Mustika Ratu ini mengimbau Indonesia harus memantapkan tujuan membangun wirausahawan untuk memahami manfaat merubah pola pikir lebih maju dalam hal mendorong semangat kewirausahaan.

“Perempuan dan laki-laki memiliki peran yang adil dan setara untuk membangun negara lebih maju dan berkelanjutan, menyangkut kesejahteraan ekonomi, sosial, budaya, kesenian termasuk akses terhadap informasi dan teknologi,” tuturnya.
Menurut dia, banyak solusi bagi kaum perempuan khususnya, yang belum tahu, merasa takut untuk memulai, takut gagal dan rugi serta menganggap tidak memiliki modal. Semua usaha, lanjutnya, dimulai dengan kemauan dan tekad dulu, keberanian untuk memulainya.

Diingatkan, suatu usaha yang sukses itu tumbuh dari bawah, bukan mendadak. Butuh sikap mental positif, berani berhasil dan berani ambil risiko. Berinovasi dan memperbaiki diri bahwa hambatan merupakan pengalaman yang berharga dan kerugian adalah sukses yang tertunda.

“Namun mendalami bisnis terutama bagi UKM untuk berkembang maju tidak cukup dengan tekad kuat tak kenal menyerah. Perlu didukung pengetahuan yang dipelajari dari kurikulum business entrepreneurship,” tutur Mooryati.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetio mengatakan, pihaknya segera melakukan roadshow dan sosialisasi terhadap program Gerakan Kewirausahaan Nasional  ke-15 kota potensial guna menambah jumlah wirausaha dari perguruan tinggi.

Dia menjelaskan, kegiatan sosialiasi itu diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya lebih banyak wirausahawan baru di Tanah Air. Kementerian Koperasi dan UKM bahkan optimistis angka dua persen wirausaha dari jumlah penduduk ideal bisa dicapai pada 2013.

Saat ini jumlah wirausaha Indonesia baru mencapai angka 1,56 persen. “Kami  akan rangsang mereka untuk memulai usaha dengan memberikan modal awal usaha (start capital),” ujar Prakoso Budi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah wirausaha per Januari 2012 mencapai 3,75 juta orang atau 1,56 persen total penduduk Indonesia. Pada 2010, tercatat masih 0,24 persen. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya