Berita

ILUSTRASI

Aktivis dan Petani Mataraman Desak Pejuang Agraria Dibebaskan

SELASA, 05 FEBRUARI 2013 | 20:05 WIB | LAPORAN:

Setidaknya ada dua tuntutan yang diteriakkan para petani Mataraman dari Pesisir Selatan Jawa Timur bersama sejumlah aktivis berbagai elemen di depan kantor Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, hari ini (Selasa, 5/2).

Pertama, menuntut petani dan aktivis pejuang agaria, Muhammad Ridwan yang ditahan polisi sejak Minggu (3/2) malam. Kedua, menolak kriminalisasi terhadap para pejuang agraria.

Begitu diinformasikan Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik, Agus Jabo Priyono melalui pesan elektronik yang diterima Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu.


Elemen aktivis yang turut dalam unjuk rasa berasal dari PRD, KPA, FPPM, STN, FNPBI, dan LMND

Seperti diketahui, hingga kini Ridwan yang merupakan Ketua Serikat Tani Riau dan juga kader PRD masih ditahan Polres Bengkalis, Riau. Polisi juga menahan tiga aktivis lainnya di Polda Sumatera Selatan. Penahanan juga dilakukan terhadap 17 petani di Polres Labuhan Batu Sumatera Utara dan lima orang di Polres Pare Kediri, Jawa Timur.

Agus menyebutkan, dari data yang dirillis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), sejak 2004 hingga 2012, terjadi 618 konflik agraria di seluruh wilayah Indonesia yang meliputi luas areal konflik 2.399.314,49 hektar.

Sedangkan tindakan kekerasan aparat negara terhadap petani dan masyarakat adat telah mengakibatkan 941 orang ditahan, 396 mengalami luka-luka, 63 orang diantaranya mengalami luka tembak, 44 orang meninggal.

Menurut Agus Jabo, konflik agraria antara petani melawan Perusahaan HTI, perkebunan dan tambang, telah menjadikan kaum tani kehilangan lahan garapan, sumber kehidupan mereka.

"Inilah salah satu akar kemiskinan bangsa Indonesia di bawah kekuasaan pemerintah komprador modal asing," ujarnya.

Ia menandaskan, saat ini hampir 26 juta keluarga petani hanya memiliki lahan tidak lebih dari 0,3 hektar. [wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya