Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Bukannya Untung, Pemerintah Diramal Rugi Rp 783 M

Kenai Pajak Minuman Bersoda
SELASA, 05 FEBRUARI 2013 | 08:07 WIB

Rencana pemerintah menge­na­kan cukai pada minuman ber­karbonasi atau bersoda mulai di­protes. Kebijakan tersebut di­prediksi bakal menimbulkan ke­rugian Rp 783,4 miliar.

Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakul­tas Ekonomi Universitas Indo­nesia (LPEM-FEUI) Eugenia Ma­danugraha menerangkan, pe­merintah memang akan men­da­patkan penerimaan tambahan Rp 590 miliar bila kebijakan terse­but dijalankan. Tetapi, dari Pajak Per­tambahan Nilai (PPN), pe­neri­ma­an negara malah akan ber­ku­rang sekitar Rp 736,1 miliar.

“Kerugian penerimaan dari in­dustri minuman ringan dise­bab­kan oleh menurunya  per­min­taan. Pemerintah akan ke­hi­la­ngan pe­masukan dari PPN dan pajak pe­rusahaan,” papar Eu­genia dalam media briefing di Kampus UI, Salemba, kemarin.


Selain itu, pemerintah juga akan menanggung beban biaya pungutan pajak Rp 74,7 miliar. Hal tersebut dihitung berdasar­kan pada persentase pungutan pajak.

Dia menilai, rencana pemerin­tah mengenakan cukai pada mi­numan berkarbonasi atau ber­so­da bertujuan untuk menambah pene­rimaan negara.

Selain itu, kata Eugenia,  se­bagai pembayaran atas peman­faatan dan penggunaan fasilitas yang disediakan peme­rintah.

Menurutnya, seharusnya pe­me­­rintah tidak hanya memikir­kan aspek-aspek penerimaan ne­gara saja, tetapi lebih kompre­hensif me­­lihatnya, seperti dam­pak yang ditimbulkan.

Berdasarkan skema yang di­siapkan Kementerian Keuangan, tarif cukai untuk minuman ber­soda ini sekitar Rp 1.000-Rp 5.000 per liter. Diperkirakan kon­­sumsi minuman ini menca­pai 790,4 juta liter. Untuk cu­kai Rp 1.000 per liter diperkira­kan ter­dapat tam­bahan peneri­maan sebesar Rp 790 miliar. Tarif cukai Rp 2.000 potensi pe­neri­maan bertambah Rp 1,58 triliun. Tarif  Rp 3.000 tam­bahan pene­rimaan sebesar Rp 2,37 triliun. Tarif  Rp 4.000 tam­bahan peneri­maan se­besar Rp 3,16 triliun. Dan tarif cu­kai Rp 5.000 potensi pene­ri­maan ber­tam­bah Rp 3,95 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya