Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Awas, Mafia Gas Industri Mainin Pasokan Domestik

Kebutuhan Naik Tapi Alokasi Minim, Pengusaha Diminta Bersabar
SENIN, 04 FEBRUARI 2013 | 08:06 WIB

Industri selalu mengeluh pasokan gas untuk produksinya sangat minim. Padahal, pemerintah beranggapan industri paling besar menerima pasokan gas.
Direktur Energy Watch Ma­mit Setiawan mengaku bi­ngung dengan klaim industri dan pemerintah soal pasokan gas. Di satu sisi, bilang pasok­an gas dalam negeri sudah be­sar. Tapi di sisi lain, mengaku masih minim.

“Jangan sampai ada kalangan industri dan PGN (Perusahaan Gas Negara) yang bermain de­ngan pa­sokan gas. Kita harus hati-hati de­ngan kemungkinan munculnya mafia di sektor ini,” kata Mamit di Jakarta, kemarin.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (SDM) Jero Wacik me­ngaku alokasi gas bagi domes­tik masih minim. Se­men­tara ke­butuhan akan energi itu terus meningkat sampai saat ini.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (SDM) Jero Wacik me­ngaku alokasi gas bagi domes­tik masih minim. Se­men­tara ke­butuhan akan energi itu terus meningkat sampai saat ini.

“Kebutuhan gas domestik kita semakin meningkat, sementara alokasi gas cukup minim. Hal itu disebabkan kemajuan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi 6,5 persen mem­buat konsumsi energi sema­kin me­ningkat,” kata Wacik.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pe­laksana Kegiatan Usaha Mi­nyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini membantah pe­merintah menganaktirikan in­dustri dalam memperoleh pa­sokan gas.

Menurut Rudi, saat ini pe­me­rintah mengalokasikan paso­kan gas untuk domestik 40 per­sen. Menu­rut Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Alokasi dan Pe­manfaatan Gas Bumi untuk Pe­menuhan Kebutuh­an Dalam Ne­geri, industri berada di urutan nomor em­pat da­lam memperoleh pasokan gas.

Bekas Wakil Menteri ESDM itu mengatakan, pasokan gas da­lam negeri akan diprioritaskan un­tuk peningkatan produksi (lifting) migas, industri pupuk dan Perusahaan listrik Negara (PLN). Namun, saat dialokasi­kan ternyata gas untuk industri men­jadi terbesar.

Kendati begitu, dia meminta ka­langan industri bersabar dalam memperoleh pasokan gas. Dia juga mengakui, sepanjang 2003-2009 ekspor gas mengalami pe­nurunan karena banyaknya kon­trak yang habis. Ekspor kembali melonjak pada 2010.

Rudi menambahkan, dalam satu dekade seluruh alokasi gas mencapai 250 persen untuk do­mestik. Pada tahun ini diper­ki­rakan akan mencapai di atas 50 persen sehingga ekspor hanya di bawah 50 persen.

“Sampai saat ini akan men­ca­pai di atas 50 persen, tentu lebih besar dari ekspor yang di bawah 50 persen,” tegas Rudi.

Ia mengakui, kebutuhan gas ke depannya akan semakin mening­kat dengan pertumbuhan eko­no­mi yang semakin tinggi. Ka­rena itu, pihaknya akan meningkatkan produksi.

Wakil Sekjen Asosiasi Pengu­saha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengatakan, wajar jika alo­kasi gas untuk industri lebih dibandingkan untuk lifting, pu­puk dan PLN. Alasannya, karena jumlah industri yang memakai gas sangat banyak.

Menurutnya, saat ini ada 400 industri yang terdaftar dalam Forum Industri yang ketergan­tungan menggunakan gas. Na­mun, pasokannya terbatas. “Pa­sokan gas selama ini belum bisa dipenuhi,” katanya.

Untuk diketahui, alokasi gas bu­mi (per sektor) pada 2012 men­capai 998 miliar kaki kubik de­ngan rincian untuk pupuk sebesar 286 miliar kaki kubik, untuk lis­trik 555 kaki kubik dan industri 157 kaki kubik. Jumlah tersebut meningkat dari tahun se­belumnya, yaitu 434 kaki kubik dengan rin­cian untuk pupuk sebesar 247 ka­ki kubik, listrik 73 kaki kubik dan Industri 114 kaki kubik.

Selain itu, akan ada penam­bahan kontrak gas baru pada 2013 sebesar 677 kaki kubik de­ngan rincian untuk pupuk 36 kaki kubik, listrik 227 kaki kubik dan industri 414 kaki kubik.

Sebelumnya, Seketaris Peru­sahaan Perusahaan Gas Negara (PGN) Heri Yusup mengatakan, pasokan gas untuk PGN dari hulunya sudah terbatas. Karena itu, dia juga mempertanyakan klaim pemerintah yang menye­butkan pasokan untuk dalam negeri sudah besar.

Gas Tangguh Diekspor Ke Korea


Rudi Ru­biandini mengatakan, pemerin­tah akan mengekspor gas alam cair Tangguh, Papua Barat yang sebelumnya untuk Sempra, AS ke Korea Gas (Kogas) dengan volume 16 kargo per tahun se­la­ma 2013-2016. Menurut dia, pi­haknya sudah mengeluarkan su­rat penunjukan kepada BP Berau Ltd untuk menjual LNG Sempra ke Kogas.

Menurut Rudi, harga gas Sem­pra ke Kogas memakai formula 14,35 persen dikalikan patokan harga minyak di Jepang (Japan Crude Cocktail/JCC) ditambah konstanta 0,5 dolar AS per juta British Thermal Unit (MMBTU).

Dengan asumsi harga JCC se­besar 100 dolar AS per barel, ma­ka harga ekspor LNG Tangguh ke Kogas menjadi sekitar 14,85 do­lar AS per MMBTU. Menurut Rudi, periode waktu ekspor ke Kogas memang hanya sampai 2016, karena gas selanjutnya akan digunakan memenuhi ke­butuhan dalam negeri. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya