Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Merokok Bikin Kulit Wanita Jadi Kering Dan Berkeriput

Perusahaan Rokok Kakap Sengaja Mengincar Pasar Gadis Remaja
MINGGU, 03 FEBRUARI 2013 | 08:32 WIB

.Kesadaran perempuan untuk tidak merokok masih terbilang minim. Padahal, rokok bisa mengganggu kesehatan kulit jadi kering dan berkeriput. Merokok juga dapat merusak rahim wanita dan penyakit kanker.

Perokok perempuan saat ini terus meningkat. Hal ini terjadi karena salah persepsi mengenai kebebasan berekspresi maupun kesetaraan gender. Menurut data Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), jumlah penduduk Indo-nesia yang merokok mengalami pe-ningkatan hampir dua kali lipat.

Jumlah penduduk Indonesia yang merokok pada 1995 tercatat se-banyak 34,7 juta. Sedangkan pada 2007, jumlah penduduk In-donesia yang merokok 65, 2 juta atau naik 88 persen, hampir dua kali lipat.


Data terbaru riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007 dan 2010, jumlah perokok laki-laki melonjak sebanyak 13 persen dari 1995 hingga 2010. Pada 1995 tercatat, perokok laki-laki dewasa seb-a-nyak 53 persen atau satu dari dua laki-laki merokok. Sedangkan pada 2010, jumlah perokok laki-laki naik menjadi 66 persen. Dengan kata lain, dua dari tiga laki-laki merupakan perokok.

Tidak hanya perokok laki-laki dewasa yang meningkat, per-sentase perokok perempuan dewasa pun meningkat lebih dari dua kali lipat. Tahun 1995 tercatat sebanyak 1,7 persen wanita de-wasa Indonesia merokok dan 2010 menjadi 4,2 persen.

Penasehat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau, Kar-tono Muhammad mengatakan, kebanyakan perempuan mulai merokok untuk mengekspresikan keinginan untuk memberontak dari tuntutan publik.

“Perempuan merokok dipe-ngaruhi pacarnya, teman, dan me­rasa bahwa merokok itu, adalah freedom, liberalisasi,” ujar Kar­tono dalam acara diskusi bertajuk ‘Indo­nesia Masih Saja Terbelenggu Asap Rokok’, di Jakarta, Se­lasa (29/1).

Kartono melanjutkan, sebe-lumnya perempuan merokok dianggap sebagai hal yang tidak terpuji. Bahkan, perempuan merokok dianggap tidak patut.

Namun, lama-kelamaan perempuan memberontak, serta menerjemahkan kebebasan berekspresi dengan cara yang salah, yaitu merokok. Padahal menu-rutnya, dampak medis merokok pada perempuan lebih dahsyat ketimbang pada laki-laki.

“Yang paling cepat adalah, kulit jadi kering dan berkeriput. Merokok juga merusak rahim wanita,” tegasnya.

Direktur Utama Rumah Sa-kit Persahabatan, Priyanti Z Soe­pandi mengatakan, angka pe-ro-kok wanita di Indonesia me­ningkat lima kali lipat lebih cepat dibandingkan laki-laki. “Ada kecen­derungan jumlah perokok lelaki justru stabil. Sedangkan perokok wanita meningkat,” jelasnya.

Dia menduga ada indikasi perusahaan rokok sengaja meng-incar wanita dan gadis-gadis re­maja menjadi perokok baru. Pe­nyebabnya, pola hidup tidak se­hat kini banyak mempe­nga­ruhi kaum hawa. “Mengunjungi tem-pat hiburan malam yang banyak dikunjungi perokok juga mem-buat perempuan ikut me­ro­kok,” katanya.

Terpapar 4.000 Zat Racun, Perokok Pasif Lebih Rentan Kena Kanker

Penyakit yang paling sering menghantui para perokok adalah, kanker paru-paru. Namun pe-nya-kit mematikan ini tak hanya meng-incar perokok aktif, tapi juga perokok pasif yang tidak me-nikmati rokok secara langsung.

Meski hanya sebentar terpapar asap rokok, ternyata paru-paru perokok pasif turut terpapar 4.000 zat racun rokok. Spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita, Dr Aulia Sani mengatakan, pero-kok pasif yang terpapar asap ro-kok rawan kena kanker paru dan penyakit jantung koroner. Sementara anak-anak akan lebih rentan terserang bronkitis atau in-feksi saluran pernapasan lainnya.

“Risiko jangka pendek dari asap rokok pada perokok pasif adalah, iritasi mata, denyut jantung dan tekanan darah mening-kat, nafsu makan menurun, sirkulasi darah kurang baik, suhu ujung-ujung jari (tangan dan kaki) menurun. Jangka panjangnya kanker, tidak cuma paru-paru tapi bisa jenis lain juga,” katanya.

Data tahun 2004 me­nun­juk­kan, jumlah perokok pasif di Indo­nesia mencapai 43 juta anak yang berusia 0-14 tahun. Se­dangkan pe­­rokok pasif di atas 15 tahun di­perkirakan mencapai 45,6 juta orang.

Sementara hasil studi di Ka-nada tahun 2010, risiko perokok pasif yang terserang kanker paru dan penyakit jantung mencapai 20-30 persen. Orang yang sering terpapar asap rokok selama beberapa tahun berisiko terkena kanker paru hingga 20 persen.

Mereka yang terpapar di ling-kungan kerja atau sosial, me-nurut dia, risikonya lebih tinggi, yakni 25 persen. Sekalipun pe­nyejuk udara (AC) bisa menghi­langkan asap yang terlihat di ruangan, tetapi tidak dapat menghilangkan partikel rokok, karena akan terus bersirkulasi dan sangat mudah terisap mereka yang bukan perokok.

Pengamat Kesehatan Univer-sitas Sumatera Utara (USU) Prof Sutomo Kasiman mengatakan, sekitar 90 persen kanker paru di-akibatkan oleh rokok. Bahaya, kedua yaitu kanker kandung ke-mih, kanker payudara.

Perempuan yang merokok lebih be­ri­siko terkena serangan kanker payudara.

Hasil studi juga menunjukkan, perempuan yang mulai merokok di usia 20 tahun dan lima tahun se­belum hamil pertama kali beri­si­ko besar terkena kanker payudara.

“Bahaya lainnya, kanker ser-viks sekitar 30 persen. Merokok juga dapat menyebabkan kanker kerongkongan, kanker pencerna-an, kanker ginjal dan kanker mulut,” punkas Sutomo. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya