Berita

YANI MIRYAM/IST

Bisnis

Srikandi Hanura Taksir Kerugian Banjir Jabodetabek Capai Rp 32 T

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 18:46 WIB | LAPORAN:

Srikandi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menaksirkan total kerugian banjir yang melanda Jakarta dan wilayah di sekitarnya selama sepekan lebih lalu mencapai Rp 32 triliun.

Ketua Umum Srikandi Hanura, Yani Miryam melalui siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online, Kamis (31/1) memaparkan, angka kerugian tersebut mencakup potential lost akibat banjir yang mencapai kisaran Rp 5 triliun untuk kawasan DKI. Sedangkan wilayah sekitar Jakarta seperti Bekasi, Depok dan Tangerang berkisar Rp 2-3 triliun. Selain itu juga terdapat dana untuk pemulihan perekonomian di kaswasan tersebut yang diperkirakan mencapai 3-4 kali lipat atau sekitar Rp 21-31 triliun.

Dengan dana sebesar itu. kata dia lagi, sebetulnya bisa dialokasikan untuk membangun infrastruktur yang memadai di kawasan tersebut. Srikandi Hanura pun mendesak pemerintah secara serius agar sesegera mungkin menuntaskan permasalahan banjir di Jabodetabek. Sebab, jika tak jua terselesaikan bisa mengakibatkan kerugian besar bagi kalangan industri dan perekonomian nasional.


Kerugian ini bisa dilihat dari sejumlah jalan di Jakarta yang belum bisa dilalui karena masih terendam genangan air hingga setinggi 50-80 cm. Bahkan salah satu tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jalan Laturharhary, Jakarta Pusat, pada beberapa waktu lalu hingga menyebabkan ruas Jalan Sudirman-Thamrin tenggelam.

"Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka dipastikan kerugian akan melonjak tajam dan pada akhirnya, masyarakatlah yang menanggung akibat kerugiannya," tekannya.

Pihaknya menyadari masalah banjir di ibukota tidak mudah diselesaikan dalam waktu dekat. Namun setidaknya ada langkah-langkah antisipasi banjir secara komprehensif yang dapat dilakukan pemerintah bekerja sama dengan kalangan industri. Seperti, kata Yani mengusulkan, membangun Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang beranggaran Rp 1,427 triliun untuk menambah kapasitas KBB. Kemudian membangun sudetan sepanjang 2,1 kilometer dari Sungai Ciliwung hingga ke Kanal Banjir Timur yang bertujuan mengurangi debit air yang mengarah ke Jakarta dengan anggaran Rp 700 miliar.

Langkah antisipasi lain yang bisa diambil termasuk mengeruk kali dan normalisasi kali dan sungai-sungai besar, memperceapt pembuatan 10 ribu sumur serapan, membangun terowong multiguna atau deep tunnel, dan mempercepat pembangunan Waduk Ciawi.

Selain itu juga perlu ada pendekatan lestari melalui perbaikan lahan di hulu dan hilir dengan memperbanyak tutupan hijau agar dapat menyerap air lebih banyak. Kawasan resapan juga perlu diperbanyak dan mengembalikan fungsi tempat parkir air.  Dan terakhir, memperketat pengawasan impelementasi aturan koefisien dasar bangunan.

Terkait anggarannya, pemerintah daerah bisa meminta dukungan dari pemerintah pusat dan investor termasuk menggandeng kalangan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Apalagi, SILPA nasional pada akhir 2012 mencapai sekitar Rp 26 triliun.

 "Artinya, ada anggaran yang bisa dialokasikan untuk mendukung percepatan infrastruktur itu, tanpa harus menamba hutang baru dari luar negeri.Termasukuntuk program-program infrastruktur lainnya, mengingat DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara danpusat perekonomian nasional,” tegas Yani. [wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya