Berita

Casey Stoner

Olahraga

Stoner Ogah Jadi Boneka MotoGP

SELASA, 29 JANUARI 2013 | 08:28 WIB

Setelah memastikan kepindahannya ke ajang balap mobil khas Australia, V8 Supercars, Casey Stoner kembali melontarkan kritikan pedasnya ke perhelatan MotoGP. Kali ini, pria 27 tahun itu menuduh sekelompok penggemar MotoGP “tidak punya rasa hormat”.

Bekas andalan Ducati dan Honda itu bersikeras, keputusannya pensiun dari MotoGP bukan karena cidera patah mata kaki yang dialaminya pada tahun lalu, melainkan dunia balap roda dua itu makin berbahaya Buktinya, dua tahun lalu dunia kehilangan pembalap hebat Marco Simoncelli pada MotoGP Malaysia di Sepang pada 2011.

“Cedera bukan alasanku pensiun, atau karena kenginan melakukan hal-hal baru. Keluarga juga bukan menjadi alasannya,” kata Stoner seperti dikutip Autosport, kemarin.


Pria asal Australia ini mengungkapkan, kasus Simoncelli adalah salah satu bukti MotoGP menuju ke arah yang tidak benar. Belum lagi, para penonton MotoGP yang acapkali menunjukkan kebencian pada para pembalap termasuk dirinya. “Rasa hormat dari penggemar olahraga ini semakin berkurang, Kami seperti diludahi penggemar.”

Bahkan, juara dunia dua kali ini menyebut, pembalap Moto GP tak ubahnya seperti “Boneka”. Makanya sulit baginya untuk kembali, bila suasana di Moto GP masih seperti itu.

“Kita pernah kehilangan Simoncelli dan selama sebulan, suasana berduka seperti tak ada sama sekali. Bahkan, kematiannya seperti tak pernah terjadi. Penggemar hanya ingin kami menyerang dan menyalip. Mereka tak sadar hidup kami dipertaruhkan. Kami hanya menjadi boneka balapan.”

Kecuali, kata dia, bila ada  olahraga ini melakukan perubahan dramatis, sampai titik yang membuatnyatertarik, maka ada peluang ke sana sangat dimungkinkan. Tapi dari yang kulihat sekarang, peluang itu tak ada,” ujarnya.
Saat ini, Stoner sedang fokus menghadapi karir barunya di balap roda empat. Karena untuk saat ini, belum terpikirkan olehnya untuk kembali ke balap roda dua.

“Hal tersulit yang harus saya lakukan adalah untuk mengubah apapun yang saya tahu tentang pengereman dan perpindahan gigi. Saya harus memikirkan ulang. Saya harus melupakan segala yang saya tahu tentang motor dan mengubahnya untuk belajar berada dibelakang kemudi.”

Sekadar informasi, bersama tim triple eight yang disponsori Red Bull yang juga menjadi sponsor pribadinya saat berlaga di MotoGP, Stoner akan didukung mesin Holden Commodore yang sebelumnya digunakan juara empat kali tim tersebut, Jamie Whincup. 27 merupakan angka keramat yang digunakan Stoner saat berlaga di ajang MotoGP dan akan tetap digunakan di ajang Supercar V8. Ia akan berlaga di kelas Development Series yang berada satu tingkat di bawah Championship series.

Kemunculan perdana Stoner bersama tim Triple eight akan terjadi di Sydney Motorsport Park pada 16 Februari mendatang dan debut Stoner di Supercar V8 akan tiba pada tanggal 28 Februari di Adelaide. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya