Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Penyelundup Kakap Kok Tak Ada Yang Ketangkep

Tim Pengawasan BBM Subsidi Sudah Berjalan
SENIN, 28 JANUARI 2013 | 07:57 WIB

Pemerintah diminta tidak terpengaruh dengan desakan beberapa kalangan untuk me­naikkan harga BBM subsidi dengan alasan mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut anggota Komisi VII DPR Achmad Rilyadi, penga­mat dan birokrat jangan hanya melihat besaran subsidi seba­gai beban dalam APBN. Na­mun, harus dilihat juga jika sub­sidi merupakan sebagai kewajiban terhadap rakyatnya.

“Subsidi itu wajib diberikan negara ke­pada rakyatnya,” ujar­nya ke­pada Rakyat Merdeka.

Terkait dengan masih ba­nyak­­­nya BBM subsidi yang tidak tepat penyalurannya, me­nurut dia, itu merupakan tang­gung jawab dari pemerintah se­bagai penyelenggara negara. Pemerintah mempunyai aparat yang seharusnya bisa mener­tibkan penyaluran bensin sub­sidi agar tepat sasaran.

“Kita punya TNI, Polisi dan BPH Migas untuk mengawasi penyaluran BBM, tapi pe­nye­lundupan tidak bisa ditangani,” katanya.

Karena itu, Rilyadi mengaku tidak heran dengan prediksi je­bolnya kuota BBM subsidi ta­hun ini. Menurutnya, jika pe­merintah memang serius me­ngurangi penyelundupan, ha­rus berani tegas. Tapi, hingga kini kegiatan penyelundupan BBM ke Singapura dan Timor Leste saja terjadi. “Koruptor saja bisa ditang­kapi, masak penyelundup kakap tidak ada yang ketangkep,” sentilnya.

Kendati begitu, Rilyadi me­nilai, pemerintah bisa menca­but sub­sidi BBM jika sudah bi­sa me­nertibkan distribusi dan menyiapkan konversi dengan benar, sehingga ada energi al­ternatif yang terjangkau.

Ketua Dewan Insinyur Persa­tuan Insinyur Indonesia (PII) Said Didu mengatakan, dana subsidi energi 2013 sebesar Rp 300 triliun, 80 persennya di­nik­mati orang mampu.

“Subsidi BBM 94 persennya dinikmati kendaraan pribadi dan hanya 4 persen kendaraan pe­num­pang dan 2 persen ken­dara­an barang,” katanya.

Bekas Sekretaris Kemen­te­rian Badan Usaha Milik Ne­gara (BUMN) itu meng­atakan, jika dialihkan ke infrastruktur pub­lik, subsidi itu bisa untuk mem­bangun 30.000 kilometer (km) jalan,  4 jalur rel kereta single track atau 6.000 km jalan tol atau 20.000 Megawatt (MW) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya