Berita

Politik

KPK dan Polisi Ditantang Bongkar Proyek Sipol dan Sidalih

SABTU, 26 JANUARI 2013 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian harus melakukan penyidikan atau penyelidikan terkait program Sistim Informasi Parpol (Sipol) dan Sistem Informasi Pendaftaran Pemilih (Sidalih) yang dibiayai oleh International Foundation for Elektoral Systems (IFES).
 
"Kedua model itu diterapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanpa memiliki dasar hukum dan diduga melanggar UU No 8/2012 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD," ujar Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (26/1).
 
IAW menengarai program Sipol dan Sidalih adalah model yang haram untuk diterapkan dalam pemilihan umum (Pemilu).
 

 
"Kedua program ini adalah model yang awalnya bermula sekedar 'proyek-proyek' godokan tim prakarsa Jakarta yang dimotori Sri Nuryanti (peneliti LIPI yang juga mantan komisioner KPU) dan Abdul Aziz (mantan komisioner KPU) adalah hasil dari pembiayaan IFES," tegasnya.
 
Junisab menjelaskan, proyek swasta asing itu ternyata kemudian diduga direkomendasikan dengan maksimal oleh komisioner KPU Hadar Navis Gumay dan Ida Budhiati untuk digunakan dalam tahapan Pemilu yang dilaksanakan KPU.
 
KPK menurut Junisab, harus segera memeriksa mengapa model aplikasi Sipol dan Sidarli yang dibiayai oleh negara atau lembaga asing minimal tidak dengan pembiayaan APBN bisa direkomendasikan dua orang Komisioner KPU diterapkan dalam pelaksanaan tahapan Pemilu 2014.[ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya