Berita

ist

Politik

Bupati Aceng Imbau Pendukung Tak Anarkis Tolak Putusan MA

JUMAT, 25 JANUARI 2013 | 02:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bupati Garut Aceng HM Fikri tak terima putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan pemakzulan dirinya lantaran menikah siri kilat dengan gadis belia bernama Fany Octora.

"Apa yang saya lakukan sudah sesuai syariat agama yang saya yakini, dan dijamin pelaksanaannya oleh UUD 45. Tapi yang saya lakukan disalahkan dengan alasan hukum positif. Apa yang saya lakukan sesuai dengan aturan di atas hukum positif. Saya melakasanakan ajaran agama yang itu dilindungi wahyu Allah," kata Aceng dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi yang disiarkan live dari Bandung, Kamis malam (24/1).

Aceng menyayangkan MA tidak memberi kesempatan kepada dirinya untuk membela diri. Sampai putusan dikeluarkan, Aceng mengaku tak sekalipun dipanggil untuk didengarkan pembelaannya oleh MA.


"Sampai hari ini saya tidak pernah menerima surat dari MA yang memberi kesempatan bagi saya melakukan pembelaan. Sebelumnya MA di media menyampaikan akan memberi kesempatan pada saya, tapi faktanya tidak ada," keluh dia.

Aceng membantah telah mengerahkan para pendukungnya untuk menolak keputusan MA.

"Saya tidak pernah terbersit menggerakan massa sebagai reaksi atas keputusan ini. Akan tetapi apabila ada orang yang bersimpati dan berempati kepada saya kerena meyakini apa yang saya lakukan benar dan sesuai ajaran agama, kemudian menyampaikan pendapat umum apa itu salah. Tapi saya imbau agar menyampaikan pendapat di depan umum secara rasional dan tidak anarkis," tutur Aceng.

Aceng yang maju jadi bupati dari jalur independen menyampaikan rasa kesalnya karena telah diperlakukan tidak adil.

"Saya minta ada kepastian. Jangan ini hanya diberlakukan kepada saya. Banyak bupati dan kepala daerah yang melakukan hal yang sama dengan saya tapi dibiarkan," ucap dia. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya