ilustrasi, Bumi Resources
ilustrasi, Bumi Resources
Tukar guling yang dilakukan oleh keluarga Bakrie dengan peÂngusaha kakap asal Inggri ini seÂmula diharapkan mampu memÂbawa nama IndoÂnesia ke Negeri Ratu Elizabeth terÂsebut. Namun, bukan kerja sama yang apik yang ditampilÂkan, keduanya malah terÂlibat daÂlam perseteruan.
Dirut PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN) Samin Tan mengataÂkan, permaÂsalahan keduanya telah merusak reputasi individu yang terlibat.
“PerÂseÂteÂruan ini juga memicu keÂgeÂliÂsahan investor tentang peÂruÂsahaan di emerging market (pasar yang seÂdang berkemÂbang). PadaÂhal, seÂharusnya kerja sama ini daÂpat mempromosikan aset IndoneÂsia di London,†kata Samin Tan seperti dilansir dari Financial Times, kemarin
Samin Tan, yang merupakan salah satu investor Indonesia terÂkaya meskipun menderita keÂruÂgian di Bumi, mengatakan, repuÂtasi Indonesia di luar negeri menÂjadi jelek lantaran ada perÂseteÂruan Bakrie dengan RothsÂchild.
“Tidak diragukan lagi ini teÂlah memÂbuat orang asing leÂbih berÂhati-hati dalam mengevaÂluaÂsi aset mereka dan dalam memÂbuat kesepakatan di Indonesia. MestiÂnyakasus perebutan aset Bumi Plc ini bisa dilokalisir,†ujar Samin Tan.
Seperti diketahui, Vallar Plc bakal telah membuat transaksi dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Dengan transaksi ini, maka Vallar mendapatkan aset PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Vallar membeli 75 perÂsen saham Berau melalui inÂdukÂnya, PT Bumi Mutiara. SkeÂmaÂÂnya, 35 persen saham Berau diÂbayar tunai Rp 6,57 triliun.
Sedangkan 25 persen saham Bumi Resources milik Bakrie And Brothers ditukar guling dengan 90,1 juta lembar saham Vallar. Transaksi ini butuh persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pada 14 Januari 2011.
Samin Tan menjadi pimpinan dalam dewan direksi di Bumi Plc, seteÂlah meminjamkan BakÂrie satu miliar dolar AS untuk mengÂakuiÂsisi seÂtengah dari 47,6 persen saham mereka di Bumi Plc pada Januari 2012.
Sejak itu, nilai inÂvestasi yang diÂbiayai oleh pinÂjaman dari StanÂdard Chartered, telah anjlok seÂbesar 70 persen karena harga batu bara yang meÂrosot dan keÂkhaÂwatiran tentang tata kelola peÂrusahaan Bumi. Selain itu, tingÂkat utang yang tinggi dan peÂrang investor juga turut mengÂhantui.
Konflik antar pemegang saÂham ini pun sudah mempengaÂruhi kinerja kinerja keuangan BUMI. Dalam audit atas laporan keÂuaÂngan per September 2012, saÂlah satu anak usaha BaÂkrie Group ini mencatat penuruÂnan penÂdapatan 3,2 persen menÂjadi 2,768 juta dolar AS dan rugi bersih 632 juta dolar AS.
“Kinerja selama sembilan buÂlan pertama 2012 di bawah estiÂmasi dan konsensus kami. PendaÂpatan hanya mencapai 54 persen dari estimasi 2012, sementara laba bersih minus 260 perÂsen dari estimasi kami (minus 234 persen dari konsensus),†tutur periset SaÂmuel Sekuritas Yualdo YuÂdopraÂwiro dalam rilisnya, kemarin.
Penurunan pendapatan BUMI sembiÂlan bulan pertama 2012 lebih diÂkarenakan harga rata-rata penjuaÂlan yang turun 5,4 persen menjadi 87,2 dolar AS per ton. Sementara selama kuartal III 2012, pendaÂpatan turun 23 persen dikarenaÂkan volume penjualan yang lebih rendah 7 persen. SeÂmentara harga rata-rata penjualÂan kuartal III-2012, relatif flat.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) HoeÂsen berharap, perselisihan anÂtara Bakrie dan Rothschild tidak mengÂÂganggu kinerja opeÂrasional BUMI dan emiten grup lainnya.
“Kisruh yang terjadi dihaÂrapÂkan tidak mengganggu opeÂraÂsioÂnal emitennya, yang menjadi perÂhatian Bursa apakah nantinya memberikan keÂunÂtungan bagi inÂvestor atau tidak,†ujar Hoesen.
Analis PT Trust Securities Reza Priyambada menekankan, kisruh di suatu peÂruÂsahaan meÂmang diÂperhatikan investor selain kiÂnerja opeÂraÂsionalnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09