ilustrasi, sembako
ilustrasi, sembako
Sekjen Asosiasi Pasar TraÂdiÂsional Seluruh Indonesia NgaÂdiran mengatakan, saat ini ada 43 paÂsar tradisional di wilayah JaÂbodetabek yang terkena banjir. Setiap pasar ada 40-50 pedagang yang terkena banjir.
“Tidak semua pedagang kena banjir, hanya sebagian. Setiap pedagang yang kena banjir rugi Rp 8-12 juta per hari. KeruÂgiÂannya bisa mencapai Rp 25 miliar dari 43 pasar tersebut per hari,†terangnya di Jakarta, kemarin.
Dia mengakui, harga seÂjumlah kebutuhan bahan pokok di pasar tradisional di Jabodetabek mulai naik. Hal tersebut dikareÂnakan disÂtribusi barang mengaÂlami keterÂlambatan. Kenaikan paÂling baÂnyak dialami sayur-sayuran.
Menurut Ngadiran, peningÂkatÂan harga bukan disebabkan paÂsokan kebutuhan bahan pokok yang berkurang, tetapi lebih kaÂrena gangguan distribusi sehingÂga barang-barang dari luar JaÂkarta terlambat sampai.
Anggota Komisi IV DPR Ma’mur Hasanuddin meminta peÂmerintah segera melakukan anÂtisipasi melonjaknya harga koÂmoditas pangan akibat banjir, mengingat di beberapa area proÂduksi terganggu akibat banjir.
Pemerintah, katanya, haÂrus berÂÂtindak cepat dalam meÂngonÂtrol perkembangan harga dan proÂduksi beragam komoditi pangan. Selain itu, pemerintah harus meÂmastikan manajemen stok paÂngan tersedia dengan baik dan mekanisme alur distribusi yang terkendali, sehingga tidak memÂbuka peluang untuk perÂmainan spekulan mempermainkan harga.
“Untuk menjaga alur distribusi pangan, maka Kementerian PerÂtaÂnian, Bulog dan Kementerian PerdaÂgangan harus segera berÂkoordinasi dengan aparat keaÂmanan dan Kementerian PerhuÂbungan memprioritaskan semÂbako,†saran Ma’mur.
Menurutnya, kondisi saat ini bisa saja digunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan menimbun bahan semÂbako. Apalagi, mereka menimÂbun dengan alasan tranÂsÂporÂtasi terkendala banjir. “PeÂmerintah harus jeli mana pedaÂgang yang meÂnimbun atau hanya transit samÂpai banjir selesai,†cetusnya.
Ma’mur menegaskan, pedagang yang terbukti meÂnimÂbun harus diberikan sanksi sesuai Undang-Undang (UU) Pangan. Pasal 133 UU Pangan menyebutkan, peÂdagang yang terbukti meÂnimÂbun yang menyebabkan harga meÂlambung tinggi diberikan sanksi pidana penjara paling lama 7 tahun atau denda paling banyak Rp 100 miliar.
Menteri Perdagangan (MenÂdag) Gita Wirjawan mengklaim, harÂga barang-barang pasca banÂjir di Jakarta masih tergolong staÂÂbil. Namun, jika tidak ada perÂÂbaikan infrastruktur dalam beÂberapa wakÂtu ke depan, peÂngaÂÂruh banjir terhadap harga paÂngan akan lebih buruk.
“Kalau begini-begini terus, ya pasti kita akan terpengaruh, loÂgistik terganggu,†kata bekas Kepala Badan Koordinasi PenaÂnaman Modal (BKPM) itu di Jakarta, kemarin.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun mencatat beÂberapa kebutuhan pokok yang harganya naik (lihat tabel).
Gita mengatakan, cara lain unÂtuk menstabilkan harga barang adalah kesiapan dari pasar traÂdiÂsional itu sendiri. Pasalnya, paÂsar tradisional adalah jembatan anÂtara pedagang dan pembeli.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengaku Kemendag belum memiliki data jumlah paÂsar tradisional di Jabodetabek yang terendam banjir. Karena itu, sulit melacak hambatan distribusi barang yang terjadi akibat banjir.
“Saya tidak tahu sampai sekaÂrang ada data, misalnya pasar maÂna yang kena banjir, berapa peÂdagang yang kena, mungkin itu dulu yang saya lihat,†ungkapnya.
Menurut Srie, hambatan distriÂbusi adalah faktor utama naiknya beberapa harga barang pasca banÂjir. Karena itu, pihaknya baru akan melakukan tindakan seteÂlah mengetahui jumlah pasar yang terkena banjir.
Dia juga mengaku sejauh ini harÂga barang masih tergolong staÂbil. Hanya sedikit yang meÂnunÂjukkan kenaikan pasca banÂjir. “Kalau untuk harga sejauh ini masih stabil, yang penting itu duÂlu,†kata Srie. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09