Pertamina
Pertamina
Pengamat perminyakan KurÂtubi menilai, diakui atau tidak, pergantian posisi Direktur UtaÂma (Dirut) PT Pertamina (PerÂsero) sangat kental muatan poÂlitisnya. Apalagi, proses terseÂbut dilakuÂkan saat memasuki taÂhun poliÂtik, yakni setahun menÂjelang PeÂÂmilu 2014.
“Proses pergantian dirut peruÂsahaan BUMN strategis seperti Pertamina harus dicurigai ada tujuan terselubung. Harus diwasÂpaÂdai skenario-skenario yang biÂsa merugikan kepentingan bangÂsa dan negara. Apalagi meÂmaÂsuki tahun politik ini, jangan sampai Pertamina menjadi ATM parpol untuk mencari keuntuÂngan,†teÂgasnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.
Sebagai informasi, masa jabaÂtan Dirut Pertamina Karen AgusÂtiawan akan segera berÂakhir paÂda Maret 2013. PemeÂrintah diÂkabarÂkan sudah meÂnyiÂapÂkan naÂma untuk calon pengÂganti KaÂren. Salah satunya, Dirut PT GaÂruda Indonesia Emirsyah Satar.
Uuntuk mengÂÂhindari kekhaÂwatiran serta keÂcuriÂgaan adaÂnya motif politik daÂlam pemiÂlihan Dirut Pertamina, saran KurÂtubi, pemerintah harus meÂlakÂÂsanakan proses pemilihanÂnya secara transÂÂparan.
“Sebagai pemegang saham mayoritas Pertamina, pemerinÂtah punya hak menentukan dirut, naÂmun harus diperhatikan juga kepentingan rakyat,†pintanya.
Dia menekankan, PertaÂmina tidak hanya butuh dirut yang meÂngerti industri migas, teÂtapi juga yang juga punya jiwa naÂsioÂnaÂlisame. Makanya, diharapÂkan keÂbijakan-kebijakan PerÂtaÂmiÂna berÂorientasi pada kepenÂtingan bangÂsa dan negara.
Terkait masuknya nama EmirÂsyah Satar yang disebut-sebut akan menggantikan posisi Karen, Kurtubi kurang sependapat. MeÂÂnurutÂnya, meski Emirsyah diÂanggap sukses memimpin GaÂruÂda Indonesia, pengalaman serta latar belakangnya di bidang miÂgas masih kurang memadai.
“Supaya terhindar dari tuduhan asal tunjuk orang serta motif lainÂnya, pemerintah mesti memÂbeÂrikan penjelasan kepada publik dalam memilih seseÂorang. Harus Ada argumentasi yang jelas dan masuk akal mengapa Si A dan B yang diusulkan,†katanya.
Karen mengatakan, pergantian jabatan direksi PertaÂmina meruÂpaÂkan hal lumrah. “Biasa kan kalau lima tahun masa jabatan habis,†ujarnya, Jumat (18/1).
Karen berÂjanji akan patuh paÂda keputusan rapat pemegang saÂham, termasuk tentang peluÂangÂnya kembali menjadi dirut PerÂtamina.
“ApaÂpun keputusan rapat peÂmegang saham, saya akan horÂmati dan tunÂduk. Karena itu, mengenai pengganti mending tanya Menteri BUMN Dahlan Iskan,†kelit Karen.
Namun ketika dikonfirmasi ke Dahlan, dia mengaku belum meÂmiliki calon pengganti Karen. “Nggak tahu aku, nggak tahu malah. Nggak,†elak Dahlan.
Wakil Menteri Energi dan SumÂber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengungÂapkan, keputusan final pergantian orang nomor satu di BUMN miÂnyak itu berada di tangan MenÂteri BUMN DahÂlan Iskan dan Menteri ESDM Jero Wacik.
“Karena, Pertamina berada di bawah Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN, jadi atas kesepakatan berdua antara Pak Dahlan dan Pak Jero Wacik,†jelas Susilo.
Dia menjelaskan, calon dirut Pertamina akan di-fit and proper test (FPT) oleh Menteri BUMN dan Menteri ESDM Jero Wacik. Kedua menteri ini akan memÂbiÂÂcaraÂkan terlebih dahulu tenÂtang siapa saja yang akan menÂjadi calon dirut Pertamina.
“BiaÂsanya antara Menteri BUMN dan Menteri ESDM ngobrol-ngobrol dulu kemudian di-FPT,†ujarnya.
Informasi yang diperoleh kaÂlangan pelaku indusÂtri migas, baÂnyak alasan meÂlengserkan KaÂren. Salah saÂtunya, Karen dituÂding gagal meÂmenuhi target proÂduksi migas PertaÂmina.
Sebelumnya, Vice President Corporate Communication PertaÂmina Ali Mundakir mengatakan, jabatan Karen memang akan berÂakhir Maret 2013. Namun, dia meÂnamÂpik keras jika alasan pengÂgantian Karen karena gagal meÂmenuhi target produksi migas.
Dia menyodorkan data, proÂdukÂsi minyak Pertamina pada 2010 mencapai 121.000 barel per hari (bph). Di 2011, produksi naik lagi menjadi 193.000 bph dan tahun lalu sebanyak 203.000 bph. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09