Berita

ilustrasi, Banjir

Bisnis

Banjir Jakarta Bikin Shock Pelaku Bisnis

Pemerintah Terlihat Gagap Karena Tidak Ada Antisipasi
MINGGU, 20 JANUARI 2013 | 08:25 WIB

.Banjir di Jakarta diperkirakan berimplikasi pada bisnis nasional. Kerugian terus bermunculan dan dihitung. Dari mulai sektor riil, ritel, makanan dan minuman, jasa distribusi hingga perdagangan saham.

Bisnis ritel Indonesia menga­lami kerugian sebesar Rp 460 mi­liar akibat dari banjir yang me­landa DKI Jakarta dalam bebe­rapa waktu terakhir.

“Distribusi yang terhambat akibat banjir Jakarta mengaki­batkan kerugian sebesar Rp 460 miliar,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Aso­siasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid Ahmadi Jumat (18/1).

Dia mengatakan, nilai kerugian akibat banjir yang melanda Ja­karta tersebut sebesar 30 persen dari total kerugian distribusi un­tuk seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk kerugian akibat ham­batan distribusi secara nasional sekitar Rp 1,2 triliun, karena ben­cana bukan hanya terjadi di Ja­karta,” jelas Satria.

Kerugian tersebut, lanjutnya, akibat dari para pemasok menga­lami kesulitan akses untuk me­ngi­­rimkan produk-produk­nya, terutama sayu­ran dan buah.

Berdasarkan data Aprindo, pa­sokan buah dan sayur selama satu hari sebanyak lebih dari 467 ribu ton. Namun, akibat cuaca eks­trim dan bencana banjir di be­berapa dae­rah selama bebe­rapa hari itu, pa­sokan menurun men­jadi sekitar 396 ribu ton per hari.

“Pasokan berkurang sebesar 10 sampai 15 persen, atau ka­pasitas hilang kurang lebih 70 ribu ton per hari. Selain cuaca bu­ruk dan bencana banjir, hal itu juga akibat infrastruktur yang kurang mema­dai,” ujar Satria.

Hal yang sama dirasakan peng­usaha makanan dan mi­numan (mamin). “Sebenarnya, kerugian secara pasti belum diketahui ka­rena be­lum ada laporan dari ang­gota ka­mi. Namun banjir yang terjadi di Jakarta dan beberapa daerah  mem­buat omzet industri mamin turun 40 persen dari total omset per harinya,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indone­sia (GAPMMI) Adhi S Lukman.

Adhi menjelaskan, secara nasional omzet industri mamin mencapai Rp 2 triliun per hari. Jika menurun 40 persen, berarti industri ini kehilangan omzet sekitar Rp 500 miliar. Pihaknya mem­prediksi kerugian masih terjadi Jumat (18/1) karena dis­tribusi masih terkendala. “Kema­cetan dan banjir masih terjadi hari ini, termasuk di jalan tol Jakarta-Cikampek. Tapi, kalau normal omzet tahun ini mencapai Rp 2 triliun per hari,” jelasnya.

Wakil Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) DKI Ja­karta Sarman Simanjorang me­nga­ta­kan, sebagai pusat pereko­nomi­an nasional, ekonomi Ja­karta sa­ngat terganggu dengan musibah banjir ini. “Bencana ini tidak ter­duga dan membuat shock kala­ng­an pelaku usaha,” katanya.

Yang justru membuatnya se­dih, pemerintah belum punya so­lusi untuk mengatasinya. Ia mempredksi, kerugian eko­nomi Jakarta jika diakumulasi­kan secara umum bisa mencapai  Rp 1miliar -Rp 1,5 miliar per jam.

“Banjir yang melanda Ibukota Jakarta mem­buat aktivitas eko­nomi lum­puh total dan akan meng­­ganggu per­tumbuhan eko­nomi Jakarta. Pelaku usaha akan men­dukung penuh program Pem­prov DKI Jakarta untuk me­ngatasi masalah ini. Lebih cepat akan lebih baik,” ujar Sarman kepada Rakyat Merdeka.

Sarman menyatakan, be­be­rapa dampak menonjol yang dirasa­kan pengu­saha adalah tergang­gunya distribusi barang dan ak­tivitas logistik, tersendat­nya tran­saksi keuangan dan bis­nis, ter­sen­dat­nya proses produksi dan aktivitas kantor yang tidak ber­jalan akibat karyawan yang tidak masuk, ke­rusakan infra­struktur dan  lainnya.

“Yang patut diingat, 70 per­sen perputaran uang nasional ada di Jakarta. Jika ibukota lum­puh, ma­­ka dampaknya bisa na­sional,” warning Sarman.

“Kita sangat beharap Pemprov DKI Jakarta dengan dukungan penuh pemerintah pusat sudah harus segera merumuskan de­ngan serius dan fokus untuk me­nye­lesaikan permasalahan banjir di Ibukota. Masalah banjir ini sangat merugikan dunia usa­ha dan mas­yarakat serta akan mengganggu pertumbunan eko­nomi Jakarta,” pintanya.

Banjir besar ini diperkirakan akan ikut menambah potensi be­ban inflasi serta mempenga­ruhi iklim investasi. Menurut eko­nom Samuel Sekuritas Indo­nesia Lana Soelistianingsih, po­tensi beban inflasi terjadi ka­rena ban­jir melumpuhkan se­bagian besar kegiatan ekonomi terutama di sektor perdagangan, ritel, trans­portasi, manufaktur, logistik dan asuransi.

“Harga ba­han makanan diper­kirakan men­jadi andil inflasi ter­besar,” ujarnya Jumat (18/1).

Banjir besar sebelumnya ter­jadi pada Januari 2007 dengan ke­ru­gian ekonomi diperkirakan men­capai Rp 2,2 triliun. Sebe­lum ban­jir Jakarta ini, badai sik­lon sempat membuat jalur pe­layaran tergang­gu. Nelayan ti­dak melaut dan ter­putusnya dis­tribusi Jawa-Suma­tera. Ada ke­khawatiran ter­gang­gunya sup­lai bahan maka­nan.

Menurut Lana, sektor berbasis makanan jadi dan obat-obatan akan diuntungkan dalam jangka pendek ini. Selanjutnya, sektor ber­basis perbaikan rumah, pera­latan rumah tangga (elektronik) dan infrastruktur juga akan di­untungkan pasca banjir ini.

Menteri Keuangan Agus Mar­towardojo memperkirakan, banjir akan memicu inflasi men­dekati 1 persen pada Januari 2013 diban­ding bulan yang sama pada 2012.

“Jadi saya melihat bahwa kita mesti ambil range di atas. Kalau kita lihat, range bisa di bawah tengah atas, mungkin range di atas mungkin bisa sampai men­dekati 1  persen,” ujarnya.

Agus mengakui, hujan banjir sudah mulai mengkhawatirkan pemerintah karena akan me­nga­kibatkan transportasi tidak lan­car. Hal ini yang kemudian ber­dam­pak pada inflasi nasio­nal. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Sidang Bluray Cargo Ungkap Kode-kode Suap untuk Kementerian/Lembaga

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58

Duel Raksasa Eropa Prancis Hadapi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37

Adian Napitupulu: Kehadiran Buku Anotasi KUHAP Penting bagi BAM DPR

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25

Pengacara Bantah Don Ritto Terlibat dalam Megakorupsi Bersama Febrie

Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00

Harga Minyakita Masih di Atas HET, Kemendag Bakal Perketat Distribusi Lewat BUMN

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45

Revisi UU Zakat, FOZ Dorong Skema Zakat sebagai Pengurang Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37

Sinopsis Film Kung Fu Soccer, Comeback Stephen Chow Raup Rp1,3 Triliun dalam Dua Hari

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33

Menag Ajak Alumni PTKIN Berkontribusi di Pemerintahan Prabowo

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13

Ade Ginanjar Bela Bahlil: Polemik Batu Bara Jangan Digiring ke Ranah Politik

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10

Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A27 5G Indonesia, Segini Harganya

Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09

Selengkapnya