ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Hujan merata yang terjadi di seluruh wilayah Jakarta telah meÂnyebabkan banjir di berbagai tempat. Bencana banjir bukan haÂnya berimbas pada perdagaÂngan di pasar riil, namun juga di pasar saham.
Memang, banjir kemarin tidak menghentikan perÂdagangan di BEI. Namun, BEI menyeÂbut, jika banjir makin meluas, pihakÂnya bisa secara mendadak meliÂburkan perdaÂgangan saham.
“Sementara perdagangan maÂsih jalan seperti biasa, kalau ada pengumuman terbaru akan kami kabari,†ungkap Direktur PerdaÂgangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat via SMS di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, dia mengakui, kegiatan yang dilakukan angÂgota bursa mengalami gangguÂan teruÂtama operasionalnya. SeÂlain itu, kondisi ini membuat beÂberapa kegiatan berjalan naÂmun dengan persyaratan tertentu.
“Jika keaÂdaan memburuk dan dinyatakan sebagai situasi daruÂrat oleh peÂmeÂrintah dan pihak berwenang, kami bisa saja tidak melakukan perdagangan. Kami juga akan memberikan pemberiÂtahuan seÂsegera mungkin bila perÂdagaÂngan besok ditiadakan kepada setiap anggota bursa dan invesÂtor,†jelas Samsul.
Ini bukan kali pertama BEI menghentikan perdagangan. BEI pernah menghentikan perdagaÂngan lantaran adanya ledakan bom. Gedung BEI yang saat itu bernama Bursa Efek Jakarta (BEJ) dikagetkan oleh ledakan bom di lantai P2 geÂdung BEJ pada 13 September 2000.
Hitung Kerugian
Kalangan penguÂsaha mulai menghitung kerugian akibat benÂcana banjir. Hal ini terkait damÂpak yang dirasakan penguÂsaha. Mulai dari tergangguÂnya distriÂbusi barang dan aktiÂvitas logistik, tersendatnya tranÂsaksi keuangan dan bisnis, terÂsenÂdatnya proses produksi dan akÂtivitas kantor yang tidak berjaÂlan sebagaimana mestinya.
“Ini akibat karyawan yang tiÂdak masuk kerja. Sebagai pusat perekonomian nasional, ekoÂnoÂmi Jakarta sangat terganggu deÂngan musibah banjir. Apalagi samÂpai saat ini pemerintah beÂlum punya solusi yang pasti unÂtuk mengaÂtasinya,†curhat Wakil Ketua Kamar Dagang Dan InÂdustri (Kadin) DKI Jakarta Sarman SimanÂjorang.
Dia memproyeksi, kerugian ekoÂnomi Jakarta jika diakumuÂlasikan secara umum bisa menÂcaÂpai Rp 1-1,5 miliar per jam.
“PeÂnguÂsaha sangat berharap Pemprov DKI Jakarta dengan duÂkungan penuh pemeÂrinÂtah pusat, sudah harus segera meÂrumuskan dengan serius dan foÂkus untuk menyelesaikan perÂmasalahan banjir di ibukota, deÂngan target waktu yang jelas,†tekan Sarman.
Dikatakan, bencana banÂjir saÂngat merugikan dunia usaha dan masyarakat dan akan mengÂanggu pertumÂbunan ekonomi JaÂkarta.
“KeseriuÂsan Gubernur DKI Jakarta diuji saat ini, bagaimana agar permasalahan Jakarta yang sudah bertahun-tahun tidak terÂselesaikan itu bisa ditangani deÂngan baik,†tegasnya.
Di samping kerugian ekonoÂmi, Sarman menilai, perforÂmanÂce JaÂkarta sebagai ibukota neÂgara RI di mata dunia, juga harus dijaga. Apalagi ketika banjir suÂdah meÂmasuki jalan utama seÂperti BunÂdaran HI, Jl ThamÂrin, IsÂtana Negara dan Jl Sudirman.
“Kita berharap peÂmerintah puÂsat memberikan duÂkuÂngan peÂnuh kepada Pemprov DKI JaÂkarta unÂtuk mengatasi penyeleÂsaian banÂjir yang sangat merugiÂkan kita seÂmua. Bila perlu, PreÂsiden memÂbentuk Tim TerÂpadu yang dapat mengkoorÂdiÂnasikan berbagai pembangunan sarana dan prasaÂrana serta infrastruktur sehingga, Jakarta terbebas dari banjir,†seru Sarman.
Analis Indo Premier Securities Ikhsan Binarto memprediksi, beÂberapa saham di sektor jasa diÂkhawatirkan akan terkena imbas cukup besar akibat banjir yang melanda ibukota.
“Karena saham-saham emiten di sektor jasa banyak bergantung pada aktivitas warga di ibukota. Sektor jasa menjadi hal yang paÂling dominan,†ujarnya, kemarin.
Untuk itu, pihaknya menyaÂranÂÂkan agar para pelaku pasar meÂwaspadai saham-saham di sektor pertambangan, khususÂnya batubara. Sebab, komoditas ini diÂanggap rentan dengan konÂdisi hujan yang menyerang beÂberapa daerah di Indonesia.
“Selama ini pengiriman batuÂbara lewat laut. Hujan yang cuÂkup sering terjadi, dikhawatirkan akan berimbas pada penurunan produksi batu bara sehingga deÂngan gelomÂbang tinggi, mereka tak bisa mengangkut batubaraÂnya. Selain sulitnya akses ke loÂkasi tamÂbang,†jelasnya.
Analis PT Bahana Securities Harry Su menuturkan, bencana banjir di ibukota akan berdampak pada saham-saham pelaku ritel, khususnya PT RamaÂyana (RALS) karena warga Jakarta diimbau untuk tidak keÂluar rumah.
“Kami merekoÂmenÂdasiÂkan hold untuk saham ini dengan tarÂget harga Rp 1.350,†kata Harry.
Selain ritel, bencana banjir juga akan berdampak buÂruk untuk saÂham taksi dan maskaÂpai peÂnerÂbangan karena banyak peÂnerÂbaÂngan yang dibatalkan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:58
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:25
Selasa, 14 Juli 2026 | 21:00
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:37
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:33
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:13
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:10
Selasa, 14 Juli 2026 | 20:09